PAKET BUDIDAYA PERTANIAN PLUS TANGGUH DEKOMPOSER POWER NUTRITION SUPERNASA POC NASA HORMONIK GLIO AERO







PAKET BUDIDAYA PERTANIAN PLUS TANGGUH DEKOMPOSER POWER NUTRITION SUPERNASA POC NASA HORMONIK GLIO AERO
(TADEC PWRK SPRK NASA HORMONIK GLIO AERO)

HARGA Rp 670.000
BERAT SETELAH PACKING 5.650 GRM (5,65 kg)
ISI PAKET
1 BOTOL TANGGUH DEKOMPOSER 1.000 cc
2 BOTOL POWER NUTRITION 250 GRAM
2 BOTOL SUPERNASA 250 GRAM
2 BOTOL POC NASA 500 cc
1 BOTOL HORMONIK 500 cc
2 PAK GLIO 100 GRAM
1 BOTOL AERO 250 cc

Selengkapnya HUBUNGI
Wa.me/85225744577
Wa.me/81911575054
BBM : PIN 5B62EFEB
FB : https://www.facebook.com/saliminpurwodadi
Email : saliminpemalang@gmail.com

LIHAT VIDEO
https://www.youtube.com/watch?v=h2HSlJGYyFk

BUKALAPAK
https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/berkebun/pupuk-nutrisi-tanaman/acs1y2-jual-paket-budidaya-pertanian-plus-tangguh-dekomposer-power-nutrition-supernasa-poc-nasa-hormonik?promoted_configuration=

TOKOPEDIA
https://www.tokopedia.com/crystalxpemalang/paket-pertanian-plus-tadec-pwrk-sprk-poc-nasa-hormonik-aero-glio?trkid=f=Ca0000L000P0W0S0Sh00Co0Po0Fr0Cb0_src=shop-product_page=1_ob=10_q=_catid=520_po=1

LAZADA
http://www.lazada.co.id/paket-budidaya-pertanian-plus-tangguh-dekomposer-power-nutritionsupernasa-poc-nasa-hormonik-glio-aero-38914560.html

SELENGKAPNYA KUNJUNGI

https://stokisg1236pemalang.blogspot.co.id/2017/09/paket-budidaya-pertanian-plus-tangguh.html









CARA PAKAI POWER NUTRITION, SUPERNASA,  POC NASA, HORMONIK, TANGGUH DEKOMPOSER

POWER NUTRITION (PWRK)/SUPERNASA (SPRK) + TANGGUH DEKOMPOSER (TADEC)
1. Larutkan 1 sendok makan POWER NUTRITION/SUPERNASA + 1 tutup TANGGUH DEKOMPOSER dengan 10 liter air kemudian siramkan ke sekitar pangkal tanaman 250 ml/per pokok tanaman (1 liter untuk 4 pokok tanaman).
2. Lakukan penyiraman setiap 1 - 2 bulan sekali
3. Agar lebih efisien tenaga Penyiraman baik dilakukan sekaligus dicampur dengan pupuk kimia.

POC NASA (NASA) + HORMONIK (HRN) + TANGGUH DEKOMPOSER (TADEC)
1. Larutkan 4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK + 1 tutup TANGGUH DEKOMPOSER dengan 15 liter air (1 tangki semprot) kemudian semprotkan merata ke daun bagian bawah dan bagian atas, waktunya antar jam 07.00 - 12.00 (waktu efektif stomata daun terbuka penuh)
2. Lakukan penyemprotan setiap 7 - 10 hari sekali.

POWER NUTRITION (PWRK)/SUPERNASA (SPRK) + TANGGUH DEKOMPOSER (TADEC) + GLIO
1. Larutkan 1 sendok makan POWER NUTRITION/SUPERNASA + 1 tutup TANGGUH DEKOMPOSER + 1 sendok makan GLIO dengan 10 liter air kemudian siramkan ke sekitar pangkal tanaman 250 ml/per pokok tanaman (1 liter untuk 4 pokok tanaman).
2. Lakukan penyiraman setiap 1 - 2 bulan sekali
3. Glio tidak dianjurkan untuk dicampur dengan pupuk kimia.

POC NASA (NASA) + HORMONIK (HRN) + TANGGUH DEKOMPOSER (TADEC) + AERO
1. Larutkan 4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK + 1 tutup TANGGUH DEKOMPOSER + ½ tutup AERO dengan 15 liter air (1 tangki semprot) kemudian semprotkan merata ke daun bagian bawah dan bagian atas, waktunya antar jam 07.00 - 12.00 (waktu efektif stomata daun terbuka penuh)
2. Lakukan penyemprotan setiap 7 - 10 hari sekali.


TANGGUH DEKOMPOSER (TADEC)

Tangguh Pupuk Hayati/Dekomposer adalah produk unggulan PT. Natural Nusantara. Terbuat dari bahan-bahan organik yang ramah terhadap lingkungan yang berfungsi :
- Mikrobia merombak bahan-bahan organik.
- Mikrobia penambat Nitrogen (N).
- Mikrobia pelarut Phospat (P).
- Mikrobia penghasil fitohormon.
- Penyedia unsur unsur essensial tanaman (makro mikro)

Manfaat Pupuk Hayati Tangguh
- Mempercepat proses dekomposisi / perombakan bahan organik menjadi tersedia untuk diserap oleh tanaman.
- Berfungsi sebagai bahan pembenah tanah.
- Menetralisir senyawa-senyawa berbahaya dan cepat mengurai pupuk-pupuk kimia yang ada di tanah.
- Meningkatkan efektifitas penyerapan pupuk kimia.
- Mudah penggunaanya di lapangan (lahan pertanian).

Pemakaian Sebagai Dekomposer

Siapkan bahan baku (jerami, kotoran hewan, seresah, tandan kosong kelapa sawit, sampah organik dll) yang akan di fermentasi.
Campur TANGGUH 1 liter dengan air secukupnya untuk 4-5 ton bahan yang akan difermentasi. Bisa ditambahkan molase / gula merah / gula pasir dan Urea 0.25 kg untuk mempercepat fermentasi.
Semprot / Siram sampai merata larutan pada bahan baku.
Atur tumpukan bahan yang telah tercampur, dengan ketinggian maksimal 1 meter.
Tutup bahan yang telah tercampur, diusahakan bahan terhindar dari hujan ataupun panas matahari secara langsung.
Lakukan pembalikan minimal 5-10 hari sekali.
Jaga kelembaban, jangan terlalu kering atau terlalu basah. Apabila terlalu kering semprotkan air.
Setelah 1-2 bulan bahan akan matang dengan ciri-ciri : meremah, suhu dingin, warna menjadi lebih gelap daripada bahan aslinya.

Pemakaian Sebagai Pupuk Organik
Dosis pemakaian 3-7 liter/ha dengan konsentrasi semprot 100 cc/tangki (10 tutup/tangki).

Kandungan Pupuk Hayati / Dekomposer Tangguh
- Azotobacter sp : 10 pangkat 6 cfu/ml
- Aspergillus sp : 10 pangkat 5 cfu/ml
- Lactobacillus sp : 10 pangkat 7 cfu/ml
- Streptomyces sp : 10 pangkat 6 cfu/ml
- Tricoderma sp : 10 pangkat 5 cfu/ml
- Saccharomyces sp : 10 pangkat 7 cfu/ml
- Patogenisitas : negatif

Kandungan Unsur
N, P, K, C Organik, Zn, Cu, Mn, Co, Fe, S, Mg, Cl, Na, B, Si, Al, Na, Cl, Se, Cr, Mo, V, So4, Humat Vulfat.

Tangguh Pupuk Hayati/Dekomposer sangat baik untuk semua tanaman pangan, buah-buahan dan perkebunan. Sebagaimana produk PT. NASA yang lain, TANGGUH Pupuk Hayati / Dekomposer juga telah memiliki standart spesifikasi K3 : Kualitas-Kuantitas-Kelestarian.

Natural GLIO

Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

Produk Natural Glio sangat efektif mengendalikan serangan jamur pada tanaman. Natural GLIO merupakan produk pengendali hama dan penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara. Natural GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Natural GLIO, mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.

MENGAPA MENGGUNAKAN GLIO 
Mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman.
Mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh GLIO.
Mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit.
Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.
Selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.

SASARAN

Cabai, Tomat, Kubis, Terong, Bawang merah, Bawang daun, Semangka, Melon, dll.

PATHOGEN / Sumber Infeksi Penyakit

Fungsi/sasaran utama :

Rebah semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.)
Penyakit Layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.)

Fungsi/sasaran lainnya :
Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. Gloeosporium sp.)
Akar Gada/Bengkak (Plasmodiphora sp.)

Catatan : 
GLIO terutama bersifat prefentif (pencegahan).
GLIO terutama mengendalikan penyakit yang berada di tanah.

MEKANISME KERJA GLIO 

GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

PETUNJUK PENGGUNAAN 

Penggunaan langsung, pada tanaman holtikultura dan pangan diberi 1 2 gr tiap tanaman pada lubang yang akan ditanami.
Penggunaan bersama pupuk kandang (lebih dianjurkan), 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25-50 kg , diamkan + 1 minggu dalam kondisi lembab, baru kemudian digunakan sebagai pupuk dasar.
Tanaman terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka
Bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang atau kompos 2-3 kg lalu diamkan + 1 minggu baru digunakan, dosis 2-3 sendok makan pada tanaman terserang.

Catatan : waktu pemberian GLIO sore hari.

PERINGATAN
Jangan dicampur dengan pestisida lain.
Simpan ditempat yang sejuk ( suhu 250 300 C ) dan terlindung dari sinar matahari langsung.

SUPERNASA

POP SUPERNASA adalah Pupuk Organik Padat produksiPT Natural Nusantara. Formula alami yang terkandung dalam pupuk organik ini secara khusus berfungsi memperbaiki kerusakan tanah secara fisik (menggemburkan), secara khemis (menyediakan semua unsur hara essensialbagi tanaman) dan secara biologis membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman. Pupuk Organik Padat SUPERNASA dapat mengurangi jumlah penggunaanpupuk kimia (urea, SP-36, dan KCl) atau pupuk NPK.

Formula ini khusus tanaman yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi :

A. Fungsi utama :

1. Memperbaiki lahan-lahan yang rusak :
- Meningkatkan kesuburan fisik : memperbaiki tanah yang keras berangsur angsur menjadi gembur.
- Meningkatkan kesuburan khemis : memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap bagi tanaman.
- Meningkatkan kesuburan biologis : membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
2. Mengurangi jumlah penggunaan pupuk kimia (Urea, SP-36 dan KCl) atau pupuk NPK sebesar kurang lebih 25% 50%.

B. Fungsi lain :
- Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi atau hasil panen tanaman.
- Melarutkan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah, sehingga dapat dimanfaatkan tanaman kembali.
- Memacu pertumbuhan tanaman, merangsang pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah.

Catatan : jika digunakan bersama POC NASA maka POP SUPERNASA hanya diberikan (disiramkan) sekali sebelum tanam sebagai pupuk dasar.

POWER NUTRITION

POWER NUTRITION dibuat dari bahan alami pilihan yang terjamin ketersediaannya dan diproses dengan mekanisme teknologi gradasi dan degradasi unsur melewati proses piruvatisasi tingkat 3 sehingga langsung dapat dimanfaatkan oleh jaringan tanaman.

POWER NUTRITION dibuat khusus untuk tanaman buah-buahan tahunan (mangga, jeruk, panili, lada, coklat, kelapa sawit, dll.). Walaupun juga dapat dipergunakan untuk tanaman buah-buahan semusim (cabai, tomat, melon, dll.)

POWER NUTRITION meningkatkan produktivitas buah, dengan memperbanyak buah dan membantu pembuahan di luar musim (faktor air cukup, iklim tidak ekstrim, hama penyakit normal).

POWER NUTRITION membantu mengurangi kerontokan bunga/buah dan membantu meningkatkan kualitas buah (rasa, aroma, dan warna) serta meningkatkan keawetan buah dari kerusakan setelah panen.
POWER NUTRITION mengurangi kebutuhan pupuk makro (N, P dan K) hingga + 75%  90%, sekaligus memperbaiki kerusakan tanah secara bertahap, meningkatkan kesuburan tanah dan membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.

CARA PENGGUNAAN
Larutkan pupuk dalam air secukupnya.
Siramkan ke sekeliling batang tanaman.
Pemupukan dilakukan 2  4 bulan sekali.
Pada musim kemarau pohon disiram air 2  4 kali (interval 1 minggu sekali) semenjak satu minggu setelah aplikasi Power Nutrition.
Pupuk makro (N, P dan K) dapat dikurangi 75%  90%

KANDUNGAN UNSUR
N 2,%; Ca 0,55%; S 0,81%; Cl 8,30%; Mg 0,40%; Mn 0,06 ppm; Fe 0,72%;Cu 0,02 ppm; Zn 0,01 ppm; Na 1,01%; B 8,59%; Si 9,94%; Al 0,40 ppm; NaCl 0,61%; SO4 2,44%; C/N ratio 5,23%; pH 8,81; Lemak 0,28%; Protein 12,75%; Karbohidrat 1,52%; Asam Humat 3,45%

POC NASA

POC NASA adalah Pupuk Organik Cair produksi PT Natural Nusantara (NASA). Formula ini dirancang secara khusus terutama untuk mencukupi kebutuhan nutrisi lengkap pada tanaman juga peternakan dan perikanan yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna :

- Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah (aspek K-3 : Kuantitas  Kualitas- Kelestarian).
- Menjadikan tanah yang keras berangsur  angsur menjadi gembur.
- Melarutkan sisa pupuk kimia di tanah (dapat dimanfaatkan tanaman).
- Memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap.
- Dapat mengurangi penggunaan Urea, SP  36 dan KCl + 12,5%  25%.
- Setiap 1 liter POC NASA memiliki fungsi unsur hara mikro setara dengan 1 ton pupuk kandang.
- Memacu pertumbuhan tanaman dan akar, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah( mengandung hormon/ZPT Auksin, Giberellin dan Sitokinin).
- Membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman (cacing tanah, Penicilium glaucum dll).
- Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit.
- Meningkatkan bobot unggas (ayam, bebek, dll), ternak besar (sapi, kambing,dll), ikan serta udang.
- Meningkatkan nafsu makan unggas, ternak dan ikan/udang.
- Membantu pembentukan pakan alami ikan dan udang (plankton).

Kandungan :
N 0.12 %, P2O5 0.03 %, K 0.31 %, Ca 60.40 ppm, S 0.12 %, Mg 16.88 ppm, Cl 0.29 %, Mn 2.46 ppm, Fe 12.89 ppm, Cu < 0.03 ppm, Zn 4.71 ppm, Na 0.15 %, B 60.84 ppm, Si 0.01 %, Co < 0.05 ppm, Al 6.38 ppm, NaCl 0.98 %, Se 0.11 ppm, As 0.11 ppm, Cr < 0.06 ppm, Mo < 0.2 ppm, V < 0.04 ppm, SO4 0.35 %, C/N ratio 0.86 %, ph 7.5, Lemak 0.44 %, Protein 0.72 %

Kandungan Lain :
Asam-asam organik (Humat 0,01%, Vulvat, dll)
Zat Perangsang Tumbuh : Auksin, Giberelin, Sitokinin.

CARA PENGGUNAAN
https://www.youtube.com/watch?v=9lZnHFXaUcw
https://www.youtube.com/watch?v=ZOQnJnybXJ8

Dosis Untuk semua jenis tanaman antara 1 - 3 liter / 1000 M2 / 3 - 4 bulan.
untuk anjuran dapat dicoba dosis terkecil dulu (2 botol). pemberian ideal lewat dua cara sekaligus yaitun dengan cara : 1/2 dosis total disiramkan 1 - 2 hari sebelum tanam dan 1/2 dosis total sisanya untuk disemprotkan 3 - 6 kali dengan interval waktu 10 - 15 hari sekali hingga 1/2 dosis sisa tersebut habis.
Disiramkan mempunyai tujuan selain diserap lewat akar juga untuk menghancurkan sisa pupuk kimia dalam tanah sehingga tanah menjadi gembur kembali.

Disemprotkan mempunyai tujuan agar pupuk cepat masuk ke tanaman lewat lobang stomata pada daun sehingga cepat dipergunakan tanaman.
Tetapi jika aplikasi lewat dua cara tidak memungkinkan oleh beberapa sebab, pemberian dapat dilakukan lewat siraman ke tanah semua atau lewat semprotan ke daun semua.

Pemberian baik lewat siraman atau semprotan, semua akan lebih baik jika tidak sekaligus semua dosis diberikan, tetapi diberikan bertahap antara 4 - 8 kali siraman / semprotan, selama pertumbuhan tanaman mulai umur 7 hari setelah tanam dengan interval waktu pemberian 10 - 15 hari sekali.

POC NASA adalah Pupuk Organik Cair produksi PT Natural Nusantara (NASA). Formula ini dirancang secara khusus terutama untuk mencukupi kebutuhan nutrisi lengkap pada tanaman juga peternakan dan perikanan yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna :

- Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah (aspek K-3 : Kuantitas  Kualitas- Kelestarian).
- Menjadikan tanah yang keras berangsur  angsur menjadi gembur.
- Melarutkan sisa pupuk kimia di tanah (dapat dimanfaatkan tanaman).
- Memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap.
- Dapat mengurangi penggunaan Urea, SP  36 dan KCl + 12,5%  25%.
- Setiap 1 liter POC NASA memiliki fungsi unsur hara mikro setara dengan 1 ton pupuk kandang.
- Memacu pertumbuhan tanaman dan akar, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah( mengandung hormon/ZPT Auksin, Giberellin dan Sitokinin).
- Membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman (cacing tanah, Penicilium glaucum dll).
- Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit.
- Meningkatkan bobot unggas (ayam, bebek, dll), ternak besar (sapi, kambing,dll), ikan serta udang.
- Meningkatkan nafsu makan unggas, ternak dan ikan/udang.
- Membantu pembentukan pakan alami ikan dan udang (plankton).

Kandungan :
N 0.12 %, P2O5 0.03 %, K 0.31 %, Ca 60.40 ppm, S 0.12 %, Mg 16.88 ppm, Cl 0.29 %, Mn 2.46 ppm, Fe 12.89 ppm, Cu < 0.03 ppm, Zn 4.71 ppm, Na 0.15 %, B 60.84 ppm, Si 0.01 %, Co < 0.05 ppm, Al 6.38 ppm, NaCl 0.98 %, Se 0.11 ppm, As 0.11 ppm, Cr < 0.06 ppm, Mo < 0.2 ppm, V < 0.04 ppm, SO4 0.35 %, C/N ratio 0.86 %, ph 7.5, Lemak 0.44 %, Protein 0.72 %

Kandungan Lain :
Asam-asam organik (Humat 0,01%, Vulvat, dll)
Zat Perangsang Tumbuh : Auksin, Giberelin, Sitokinin.

CARA PENGGUNAAN
https://www.youtube.com/watch?v=9lZnHFXaUcw
https://www.youtube.com/watch?v=ZOQnJnybXJ8

Dosis Untuk semua jenis tanaman antara 1 - 3 liter / 1000 M2 / 3 - 4 bulan.
untuk anjuran dapat dicoba dosis terkecil dulu (2 botol). pemberian ideal lewat dua cara sekaligus yaitun dengan cara : 1/2 dosis total disiramkan 1 - 2 hari sebelum tanam dan 1/2 dosis total sisanya untuk disemprotkan 3 - 6 kali dengan interval waktu 10 - 15 hari sekali hingga 1/2 dosis sisa tersebut habis.
Disiramkan mempunyai tujuan selain diserap lewat akar juga untuk menghancurkan sisa pupuk kimia dalam tanah sehingga tanah menjadi gembur kembali.

Disemprotkan mempunyai tujuan agar pupuk cepat masuk ke tanaman lewat lobang stomata pada daun sehingga cepat dipergunakan tanaman.
Tetapi jika aplikasi lewat dua cara tidak memungkinkan oleh beberapa sebab, pemberian dapat dilakukan lewat siraman ke tanah semua atau lewat semprotan ke daun semua.


Pemberian baik lewat siraman atau semprotan, semua akan lebih baik jika tidak sekaligus semua dosis diberikan, tetapi diberikan bertahap antara 4 - 8 kali siraman / semprotan, selama pertumbuhan tanaman mulai umur 7 hari setelah tanam dengan interval waktu pemberian 10 - 15 hari sekali.

HORMONIK

HORMONIK adalah Zat Pengatur Tumbuh atau hormon organik salah satu produk pertanian unggulan produksi PT. Natural Nusantara (NASA). HORMONIK memacu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman untuk mendapatkan hasil panen optimal.
HORMONIK mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik terutama Auksin, Giberelin dan Sitokinin, di formulasikan dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman.
HORMONIK tidak membahayakan (aman) bagi kesehatan manusia maupun binatang.

DAYA GUNA :
- Mempercepat proses pertumbuhan tanaman.
- Memacu dan meningkatkan pembungaan serta pembuahan.
- Mengurangi kerontokan bunga dan buah.
- Membantu pertumbuhan tunas .
- Membantu pertumbuhan akar
- Memacu pembesaran umbi.
- Meningkatkan keawetan hasil panen.
- Memacu dan meningkatkan bobot unggas/ternak.

CARA PAKAI :
https://www.youtube.com/watch?v=9lZnHFXaUcw

Dosis : 1 2 cc HORMONIK per 1 liter air.
Penggunaan lebih optimal jika dicampur dengan POC NASA ( dosis 1 ttp HORMONIK + + 3 ttp POC NASA ) per tangki.
Penggunaan dengan cara disemprotkan terutama pada daun tanaman hingga merata.
Tanaman semusim : mulai pertengahan usia tanaman hingga menjelang reproduksi, yaitu sebelum berbunga/ berumbi (3-6 kali semprot). Penggunaan semenjak awal tanam lebih baik.
Tanaman tahunan : 2-4 bulan sebelum berbunga/berbuah ( 3-6 kali semprot).
Unggas : 1 botol (500 cc) POC NASA / VITERNA Plus + 1 2 tutup HORMONIK, kemudian 1-2 cc campuran POC NASA/VITERNA Plus + HORMONIK dilarutkan dalam 1 liter air minum diberikan ke unggas (ayam) setiap hari satu kali.

PAKET TETAP BUGAR KETIKA SEDANG PUASA AMNE SERBUK BERAS MERAH NATURAL SBMN DAN SERBUK KEDELAI ALAMI ORGANIK SKAO



PAKET TETAP BUGAR KETIKA SEDANG PUASA AMNE SERBUK BERAS MERAH NATURAL SBMN DAN SERBUK KEDELAI ALAMI ORGANIK SKAO

Harga Rp 209.500

Berat 500 gram
Berat setelah packing 600 gram

Isi PAKET

1 pak SKAO 200 gram
1 pak SBMN 250 gram
1 botol AMNE isi 30 kapsul

Untuk Pemesanan hubungi ;

NASA PEMALANG
WA/TELEGRAM/LINE/CALL/SMS
085225744577 (WA) - 081911575054

BUKALAPAK

TOKOPEDIA

FACEBOOK
https://www.facebook.com/saliminpemalang

DESKRIPSI PRODUK

Menurut data kesehatan dikatakan bahwa 90% penyakit berasal dari perut disebabkan karena toksin dan oksidator yang mendekam di dalam usus serta menempel di dinding usus yang berakibat akan menghambat penyerapan zat-zat makanan yang dikonsumsi. Kondisi tersebut dalam waktu lama bisa berakibat menjadikan berbagai macam penyakit (asam urat, kanker, tumor, sakit persendian, masalah ginjal, jantung, gangguan otak dsb).

“Lambung manusia itu tempatnya segala penyakit. sedangkan pencegahan itu pokok dari segala pengobatan.”

(HR. Ad-Dailami)

DR. Bernard Jansen : Jika toksin yang berada dalam tubuh tidak dikeluarkan niscaya akan mengganggu penyerapan zat makanan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan dan otak.”

Serbuk beras merah (SBMN) adalah makanan sehat kaya serat dan mineral-mineral alami yang sangat bermanfaat bagi pencernaan. Sedangkan serbuk kedelai (SKA-72) merupakan paduan yang sangat baik dengan serbuk beras merah karena mengandung protein, asam amino, isoflavon dan lecithin yang berperan penting untuk menunjang kesehatan tubuh.

Beberapa Fakta terkait serat, protein, asam amino, isoflavon dan lecithin :
Membantu mengoptimalkan kerja pencernaan
Konsumsi serat secara rutin akan mempercepat pembuangan kotoran dari usus ( organ pencernaan bersih dari kotoran) sehingga terhindar dari berbagai gangguan penyakit. Serat juga membantu meringankan kerja lambung, usus dan meringankan kerja enzim pencernaan.
2. Membantu program diet
Serat dalam pencernaan dapat mengembang dan membentuk gel sehingga lambung terasa penuh (tidak mudah lapar/menunda keinginan untuk makan berlebihan). Sangat tepat untuk membantu program diet.'
3. Membantu mengatasi maag
Asam lambung yang berlebih akan merusak dinding lambung (memicu maag). Serat yang cukup di dalam lambung dapat mencegah produksi asam lambung berlebihan, sehingga membantu mengatasi sakit maag.
4. Membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah
Kolesterol dapat terikat oleh serat dan selanjutnya akan dibuang lewat feses. Semakin banyak kolesterol yang terikat oleh serat maka kadar kolestrol darah semakin menurun.
5. Membantu mencegah kanker usus
Serat akan mempercepat waktu transit kotoran dalam usus besar sehingga membantu mencegah terjadinya kanker usus dan susah buang air besar. Sedangkan kedelai mengandung isoflavon yang berfungsi untuk antioksidan dan menangkal radikal bebas berbahaya sebagai penyebab timbulnya sel kanker.
6. Membantu proses regenerasi sel
Protein dalam SBMN dan SKA-72 akan dirubah menjadi asam amino penting yang sangat bermanfaat untuk membantu proses penyembuhan, perbaikan sel dan jaringan tubuh yang rusak. Selain itu kandungan lecithin kedelai dalam SKA-72 sangat bermanfaat dalam membantu proses perbaikan sel.
7. Membantu meningkatkan kecerdasan
Kandungan protein nabati dan vitamin - vitamin dalam SBMN dan SKA-72 merupakan zat gizi penting yang akan diolah oleh tubuh untuk mencukupi kebutuhan sel - sel otak sehingga dapat membantu mengoptimalkan kecerdasan.

KANDUNGAN BERAS MERAH (per 100 gr)

Kalori (Kkal/100 gr) : 382,31
Protein (%) : 10,65
Lemak (%) : 4,31
Karbohidrat (%) : 74,24
Serat (%) : 2,10

KANDUNGAN SERBUK KEDELAI

Kalori (Kkal/g) : 5.10
Karbohidrat (%) : 31.97
Protein (%) : 37.71
Serat Kasar (%) : 8.24
Ca (%) : 0.038
Lecithin (%) : 1.37
Lemak Jenuh (%) : 15.44
Lemak Tak Jenuh (%) : 84.56

CARA PENYAJIAN SEWAKTU SAHUR DI BULAN PUASA

1. Campurkan SBMN, SKAO-72 dan gula pasir atau susu dengan air panas.
2. Aduk sampai merata.
3. Minum dalam kondisi hangat
4. Khusus bulan puasa dosis bisa lebih banyak
5. Untuk menjaga stamina minum 2 kapsul AMNE

BROSUR PRODUK








PAKET PUPUK BUDIDAYA CABAI PLUS SUPERNASA POWER NUTRITION POC NASA HORMONIK GLIOCLADIUM CORRIN PESTONA AERO

PAKET PUPUK BUDIDAYA CABAI PLUS SUPERNASA POWER NUTRITION POC NASA HORMONIK GLIOCLADIUM CORRIN PESTONA AERO


VIDEO TUTORIAL







PANDUAN DETAIL BUDIDAYA CABAI




PAKET PUPUK BUDIDAYA CABAI PLUS SUPERNASA POWER NUTRITION POC NASA HORMONIK GLIOCLADIUM CORRIN PESTONA AERO

HARGA Rp 495.000

BERAT SETELAH PACKING 3300 GRAM (3,3 kg)

ISI PAKET
1 botol SUPERNASA 250 gram
1 botol POWER NUTRITION 250 gram
1 botol PUPUK ORGANIK CAIR NASA (POC NASA) 500 ml
1 botol HORMONIK 500 ml
1 botol GLIOCLADIUM 100 gram
1 botol BAKTERISIDA CORRIN 100 gram
1 botol PESTONA 500 ml
1 botol AERO A810 250  ml

BELI LANGSUNG

BUKALAPAK




















Teknis Budidaya Cabai Teknologi NASA

MEDIA SEMAI

Persiapan Media Semai
Campurkan  1-2 pack Natural GLIO dalam  25-50 kg pupuk kandang, lalu peram  1-2 minggu sebagai bahan campuran media semai
Komposisi media semai yang akan digunakan terdiri atas tanah, pupuk kandang dan pasir dengan komposisi sebanding (1:1:1).

TEKNIS PEMBIBITAN


Teknik pembibitan tanaman cabe
Pembibitan Cabai
Kebutuhan benih cabe sekitar 10-11 sachet/ha
Lakukan perendaman benih dengan larutan  2-4 cc POC NASA /liter air hangat selama  2 jam
Tiriskan dan peram  2-4 hari, benih yang berkecambah segera disemaikan
Semprotkan POC NASA  2-4 tutup botol/tangki pada bibit usia 7 dan 14 hss (hari setelah semai)

PENGOLAHAN PADA BUDIDAYA CABE
Pengolahan lahan dan Pemupukan Dasar
Taburkan pupuk kandang ( 5-10 ton/ha) dan Dolomit ( 200-300 kg/ha) di lahan
Lakukan olah tanah
Buat bedengan (tinggi  40 cm dan lebar  100 cm) dengan drainase yang cukup
Campurkan SUPERNASA sebanyak 3-6 kg/ha bersama pupuk TSP  150 kg/ha) lalu taburkan secara merata di bedengan. Kemudian tebarkan GLIO (yang sudah dicampur pupuk kandang) ke permukaan bedengan (aplikasi  1 minggu sebelum tanam)
Tutup bedengan dengan mulsa
Pengolahan Lahan pada Budidaya Cabe
Proses Pindah Tanam
Buatlah lubang tanam dengan jarak 60 cm x 60 cm atau 70 c, x 70 cm.
Tanamkan bibit umur  21-30 hari / 5-6 daun.
Teknik pindah tanam pada budidaya cabe
Perlu diperhatikan bahwa saat melepas polybag, bola tanah jangan sampai pecah agar tanaman tidak stress.
Pemupukan dan Pemeliharaan Tanaman
Pemupukan Makro Susulan (Urea, ZA, dan KCL)
Usia 1  4 minggu
Urea  10 sdm
ZA  10 sdm
KCL  10 sdm
POWER NUTRITION  5-10 sdm
Interval 1 minggu

Cara Aplikasi : Campurkan  50 liter air, siramkan  1 gelas per lubang tanam ( 200cc)


Usia 5 minggu dan seterusnya
Urea  10 sdm
ZA  20 sdm
KCL  20 sdm
POWER NUTRITION  10-20 sdm
Interval 1 minggu

Cara Aplikasi 
Campurkan  50 liter air, siramkan  2-3 gelas per lubang tanam ( 400-600cc)


PEMUPUKAN CABE
Pemupukan tanaman cabe
Pemupukan POC NASA, HORMONIK, dan AERO 810
Pemeliharaan Tanaman Cabe
Usia 2 minggu dan seterusnya (interval 1-2 minggu):
Semprotkan POC NASA  3-5 tutup/tangki + HORMONIK  1 tutup/tangki + AERO   tutup/tangki (Volume tangki  10-17 liter) dengan kebutuhan   20-30 tangki/hektar.
Penyemprotan dilakukan dari atas dan bawah permukaan daun
Keterangan:
Pemasangan ajir dan tali penguat sebaiknya dilakukan saat usia sekitar 15 hari setelah tanam
Perempelan
Sisakan  2-3 cabang utama mulai umur 15-30 hari

Pengamatan Hama & Penyakit Cabai


Hama Yang Sering Menyerang Tanaman Cabai

1. Hama Ulat
a. Jenis ulat
Hama ulat yang sering menyerang tanaman cabai terdiri dari ulat grayak (Spodoptera litura),Helicoverpa sp. dan Spodoptera exigua. Untuk jenis ulat grayak ini memakan daun tanaman cabai sedangkan Helicoverpa sp. dan Spodoptera exigua menyerang buah cabai baik masih hijau atau sudah merah.
b. Pola serangan
Secara umum serangan ulat ini terjadi pada malam hari atau pada saat sinar matahari teduh, misalnya menjelang sore hari. Menurut informasi, ternyata si ulat tidak nyaman menyantap daun atau cabe di bawah terik matahar. Sedangkan pada waktu siang hari yang terik , mereka bersembunyi di bawah ketiak daun, pangkal tanaman atau dibalik mulsa, sehingga mereka nyaman dan aman dari sengatan sinar matahari dan selamat dari penyemprotan bila dilakukan penyemprotan.
c. Pengendalian
Pada malam hari, pada saat ulat keluar dari persembunyiannya, ulat bisa diambil secara langsung dari tanaman cabe untuk dimusnahkan
Penyemprotan pada sore atau malam hari dengan Natural BVR atau PESTONA agar effektif disaat ulat keluar dari persembunyiannya.

2. Hama Kutu Daun
Kutu daun yang sering menyerang cabai adalah jenis Aphids sp. dan Myzus persicae, mereka akan menghisap cairan dalam daun sampai habis. Akibatnya daun mengering dan keriting

a. Pola Serangan
Selain menghisap cairan dalam daun, hama ini sering membawa penyakit lain. Kutu daun mengeluarkan cairan berwarna kuning kehijauan yang mengundang datangnya semut dan jamur hingga menimbulkan lapisan hitam seperti jelaga di permukaan daun.

b.  Pengendalian
Secara teknis, daun yeng terserang dipetik dan musnahkan. Hindari menanam cabe yang berdekatan dengan tanaman semangka, melon dan kacang panjang. Perhatikan juga kebersihan kebun.  Penggunaan mulsa perak juga cukup effektif untuk mengendalikan hama ini.
Lakukan penyemprotan dengan BVR atau PESTONA di sore hari agar effektif.

3. Hama Thrips (Trips)
a. Gejala serangan
Ciri-ciri dari tanaman cabe yang terserang trips (Thrips parvipinus) pada daunnya akan terlihat garis-garis keperakan, terdapat bercak-bercak kuning hingga kecoklatan dan pertumbuhannya kerdil. Bila dibiarkan daun akan kering dan mati. Serangan trips biasanya menghebat pada musim kemarau. Hama ini juga berperan sebagai pembawa virus dan mudah sekali menyebar.
b. Pengendalian
secara  teknis bisa dengan memanfaatkan predator alami hama ini, seperti kumbang dan kepik. Pemakaian mulsa dan menjaga kebersihan kebun effektif menekan perkembangannya. Selain itu, rotasi tanaman membantu mengendalikan hama jenis ini.
Penyemprotan dilakukan bila serangan meluas. Gunakan BVR atau PESTONA.
4.  Hama Tungau
Serangan tungau kuning (Polyphagustarsonemus), atau tungau merah (Tetranycus sp.) akan menyebabkan daun keriting melinting ke bawah seperti bentuk sendok terbalik.  Daun akan kaku dan tebal, pertumbuhan pucuk menjadi terhambat, daun perlahan akan berubah warna menjadi coklat dan akhirnya mati.
a. Pola Serangan dan Penyebaran
Serangan banyak terjadi pada musim kering, di area teduh. Populasi akan meningkat jika kita terlalu banyak menggunakan pestisida atau pupuk daun kimia buatan yang banyak mengandung belerang (sulfur). Penyebaran dapat terjadi melalui tangan para pekerja atau terbawa angin.
b. Pengendalian
Secara teknis lakukan pencabutan tanaman cabe yang sudah terserang parah sedangkan yang belum parah dipotong pucuk-pucuknya. Sisa tanaman yang terserang dibakar agar tidak menjangkiti yang lain. Untuk mencegahnya, usahakan areal penanaman cabe tidak berdekatan dengan tanaman singkong. Menjaga kebersihan kebun ternyata effektif mengurangi serangan tungau.
Lakukan penyemprotan dengan BVR atau PESTONA

5. Hama Lalat Buah
Serangan hama ini dapat menyebabkan buah menjadi rontok dan dapat menyebabkan kita gagal panen.
a. Pola Serangan
Hama Lalat buah (Bactrocera dorsalis, B. cucurbitae, B. carambolae) ini dapat bersumber dari buah yang terinfeksi, adanya kepompong di dalam tanah, dari tanaman inang seperti mentimun, belimbing, maupun berasal dari tanaman cabe berdekatan yang sudah terserang
Penyebaran dan penularan sangat mudah terjadi karena lalat merupakan salah satu jenis insect (serangga) yang aktif terbang apalagi pada saat terjadinya peralihan musim.
Serangan biasanya terjadi setelah agak siang, yaitu setelah tanaman kering dari embun pagi.
b. Pengendalian
Buah cabe yang sudah rontok atau akan rontok (sudah terserang) dipungut dan dimusnahkan dengan dibakar.  Hal ini dilakukan untuk mencegah dan memutus rantai penularan.  Dalam cabe yang sudah terserang akan banyak mengandung pupa lalat yang nantinya akan memperparah serangan.  Hindari pula menanam cabe terlalu berdekatan dengan tanaman buah misalnya mangga atau belimbing karena tanaman buah juga menjadi target serangan lalat.
Gunakan perangkap lalat Natural Metilat Lem.

Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Cabai
Penyakit-penyakit yang menyerang tanaman cabai bisa disebabkan oleh virus, bakteri maupun jamur yang sering dibawa dari benih maupun oleh hama.

1. Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Patek)
a. Pola Serangan dan Penyebaran
Sumber penyakit ini disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici danColletotrichum gloeosporioides. Sumbernya dapat berasal dari sisa tanaman sakit atau dari benih yang sudah terinfeksi.  Akibatnya serangan dapat terjadi mulai pada fase pembibitan.  Penyakit ini menyebabkan kecambah layu saat disemaikan. Sedangkan pada fase dewasa serangan menyebabkan mati pucuk, serangan pada daun dan batang menyebabkan busuk kering. Sementara itu, serangan pada buah akan menyebabkan buah menjadi busuk seperti terbakar.
Penyebaran bisa terjadi melalui tangan para pekerja, percikan air, hujan dan angin serta tangan pemetik buah.
b. Pengendalian
Buah yang terserang dikumpulkan dan dimusnahkan. Pada waktu panen dipisahkan.
Serangan berat, sebari dengan Natural GLIO di bawah tanaman.

2. Penyakit Bercak Daun
a. Pola Serangan
Penyakit bercak daun yang menyerang tanaman cabe disebabkan oleh jamur Cercospora capsici. Ciri-ciri tanaman yang terserang ditandai dengan  terdapatnya  bercak-bercak bundar berwarna abu-abu dengan pinggiran coklat pada daun. Bila serangan menghebat daun akan berwarna kuning dan akhirnya berguguran. Penyakit ini biasanya menyerang pada musim hujan dimana kondisi kelembaban cukup tinggi.
Penyakit ini menyebar saat jamur masih berupa spora dan bisa dibawa oleh angin, air hujan, hama vektor, dan alat pertanian. Spora jamur juga bisa menempel pada benih atau biji cabe.
b. Pengendalian
Pengendalian terbaik adalah dengan melakukan pencegahan. Pencegahan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan memilih benih yang sehat bebas patogen.
Merenggangkan jarak tanam juga berguna meminimalkan serangan agar lingkungan tidak terlalu lembab.
Pengendalian teknis bisa dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terinfeksi dengan cara dibakar.

3. Penyakit Layu
Serangan penyakit layu ini sangat ditakuti karena sangat sulit dikendalikan.  Penyakit layu ini  bisa ditumbulkan oleh beragam penganggu tanaman seperti berbagai jenis cendawan dan bakteri. Terdapat dua jenis penyakit layu, yaitu layu fusarium dan layu bakteri.
a. Layu Fusarium
Layu fusarium adalah penyakit layu yang disebabkan oleh cendawan. Jenis cendawannya adalah Fusarium sp., Verticilium sp. dan Pellicularia sp.
Cendawan ini hidup di lingkungan yang masam
Layu fusarium dapat bersumber dari sisa  tanaman sakit atau tanah.  Penularan dapat melalui aliran air dan tanah
Beberapa pemicu perkembangan penyakit layu fusarium  : tanah berpasir, pupuk N (ZA) yang terlalu terlalu tinggi, kandungan unsur Mn dan Fe dalam tanah terlalu tinggi,  kurang pupuk organik bokashi, tanah kekurangan calsium (Ca), dan jumlah nematoda yang tinggi
b. Layu Bakteri
Sedangkan layu bakteri disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Bakteri ini hidup di jaringan batang.
Penyakit ini bersumber dari tanah
Cara menular sama dengan layu fusarium
Pemicu perkembangan penyakit layu bakteri dapat disebabkan oleh : lahan yang terlalu basah,  tanah terlalu liat, penggunaan pupuk N (urea) terlalu tinggi, populasi nematoda yang tinggi, atau sebelumnya lahan ditanami tembakau, terung, tomat, atau cabe yang pernah terserang.
Pengendalian
Tanaman yang layu dimusnahkan
Untuk mengurangi penyebaran, sebarkan Natural GLIO.

4. Penyakit Keriting Daun atau Mosaik
Asal serangan penyakit mosaik adalah virus Cucumber Mosaic Virus (CMV). Gejalanya, pertumbuhan menjadi kerdil, warna daun belang-belang hijau tua dan hijau muda, ukuran daun lebih kecil, tulang daun akan berubah menguning. Penyakit ini bisa menyebar dan menular ke tanaman lain oleh aktivitas serangga.
Pengendalian:
Pemilihan benih tahan virus membantu menghindari resiko serangan penyakit ini.
Bibit yang terserang dicabut dan dibakar
Semprot vektor (serangga pembawa) virus dengan BVR atau PESTONA.
5. Penyakit Virus Kuning
Penyakit ini disebabkan oleh Gemini virus  Tanaman cabe yang terserang virus kuning, daun dan batangnya akan terlihat menguning (sesuai dengan namanya..). Penyakit ini disebut juga penyakit bule atau bulai. Penyakit ini bisa dibawa dari benih atau biji dan ditularkan oleh kutu. Sumbernya bisa dari gulma, atau tanaman sakit lainnya (cabai, tomat)
Pengendalian: Sama dengan pengendalian penyakit keriting daun
6. Penyakit Busuk Batang, Akar dan Buah
Terdapat dua macam penyakit busuk yang biasa menyerang tanaman cabe, yakni busuk batang dan busuk kuncup. Busuk batang pada tanaman cabe disebabkan oleh Phytophthora capsici. Menyerang saat musim hujan dan penyebarannya sangat cepat.
Busuk kuncup disebabkan oleh cendawan Choanosearum sp. Penyakit ini masih jarang dijumpai di Indonesia. Gejalanya, kuncup tanaman berwarna hitam dan lama kelamaan mati.
Pemicu perkembangan penyakit ini dapat berupa :
drainase yang kurang baik
penggunaan pupuk N (Urea) yang  terlalu tinggi
pupuk kandang tidak matang (sebaiknya pakai pupuk bokashi)
jumlah nematoda yang terlalu banyak
sebelumnya lahan ditanam cabe atau mentimun
Pengendalian:
Penyakit ini bisa dikendalikan dengan mengurangi dosis pemupukan Nitrogen seperti urea dan ZA.
Mengatur jarak tanam agar sirkulasi udara berjalan lancar.
Tanaman yang sudah terinfeksi sebaiknya dicabut dan dibakar.
Penggunaan Agensia Hayati Natural GLIO.
Itulah beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman cabai di Indonesia. Sebagai langkah pencegahan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman cabai tersebut bisa dilakukan beberapa hal berikut ini:
Semprot PENTANA 3-5 tutup/tangki atau PESTONA 5-10 tutup/tangki + AERO  tutup/tangki (sebaiknya dilakukan rutin tiap 5-10 hari)
Semprot BVR  30 gr/tangki (diselang-seling dengan aplikasi PENTANA atau PESTONA, interval 5-10 hari)
Pasang perangkap METILAT LEM.

Fase Panen dan Pasca Panen


Pemanenan
Panen pertama sekitar umur 60-75 hari
Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya
Cara Panen
Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
Pemanenan yang baik dilakukan pagi hari setelah embun kering
Penyortiran dilakukan sejak di lahan
Simpan ditempat yang teduh.

PRODUK PERTANIAN


PRODUK PETERNAKAN


PRODUK PERIKANAN


PRODUK PERKEBUNAN


PRODUK PESTISIDA


PRODUK ALAT RUMAH TANGGA


PRODUK KESEHATAN


PRODUK CRYSTAL X


ORDER CEPAT


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

HUBUNGI KAMI



PROFIL P.T. NASA