POLA INTENSIF PENGGEMUKAN KAMBING-DOMBA DENGAN TEKNOLOGI NASA


Peternakan kambing dan domba Potong di Indonesia sebagian besar masih berskala kecil sehingga perlu diusahakan secara komersial dan intensif. Hal ini diperlukan karena adanya pertambahan penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya sekitar 1,24% dan semakin meningkatnya daya beli masyarakat.
Kebutuhan daging selama ini belum mencukupi permintaan, ± 400.000 ton/tahun, sehingga masih mengandalkan impor daging. PT. NATURAL NUSANTARA  dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) berupaya menbantu budidaya kambing dan domba potong dengan sasaran peningkatan kualitas dan kuantitas daging.

 Penggemukan
 Penggemukan kambing/Domba adalah pemeliharaan kambing/domba dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan barata badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan)
 Jenis-jenis kambing dan domba potong
 Kambing kacang
 Cirinya adalah badannya kecil dan relatif pendek, telinga pendek dan tegak, jantan dan betina memiliki tanduk, leher pendek dan punggung meninggi, warna bulu bervariasi, ada yang hitam, coklat, merah atau belang hitam-putih.
Kambing Peranakan Etawah (PE)
Sasaran utama dari kambing PE pada dasarnya adalah penghasil susu, tetapi dapat digunakan juga sebagai penghasil daging, terutama setelah masa afkir. Ciri dari kambing ini adalah bagian hidung ke atas melengkung, panjang telinga antara 15-30 cm, menggantung ke bawah dan sedikit kaku, warna bulu bervariasi antara hitam dan coklat, memiliki bulu tebal dan agak panjang dibawah leher dan pundak (jantan), di bagian bawah ekor (betina)
Domba Ekor Gemuk
Memiliki ciri bentuk ekor yang panjang, tebal, besar dan semakin ke ujung makin kecil; tidak mempunyai tanduk; sebagian besar bewarna putih, tetapi ada anaknya yang bewarna hitam atau kecoklatan
Domba Ekor Tipis
Memiliki ciri tubuh yang kecil, ekor relatif kecil dan tipis, bulu bewarna putih, tidak bertanduk (betina), bertanduk kecil dan melingkar (jantan).

Pemilihan bibit
Bibit bakalan yang baik untuk pengggemukan adalah sebagai berikut :
    umur antara 8 bulan – 1 tahun
    Ukuran badan normal, sehat, bulu bersih dan mengkilap, garis punggung dan pinggang lurus
    Keempat kaki lurus, kokoh dan tumit terlihat tinggi
    Tidak ada cacat pada bagian tubuhnya, tidak buta
    Hidung bersih, mata tajam dan bersih serta anus  bersih

Tata Laksana Pemeliharaan
A. Perkandangan
      Pada umumnya tipe kandang pada ternak Kado adalah berbentuk panggung, konstruksinya dibuat panggung atau di bawah lantai kandang terdapat kolong untuk menampung kotoran. Adanya kolong dapat menghindari kebecekan dan kontak langsung dengan tanah yang mungkin tercemar penyakit. Lantai kandang ditinggikan antara 0,5 – 2 m. Bak pakan dapat ditempelkan pada dinding. Ketinggian bak pakan untuk kambing dan domba berbeda. Bak pakan untuk kambing dibuat agak tinggi, kira-kira sebahunya karena kebiasaan kambing memakan daun-daun perdu. Untuk Domba, dasar bak pakan horizontal dengan lantai kandang karena kebiasaan domba merumput. Lantai kandang dibuat dari kayu papan atau belahan bambu yang disusun dengan jarak 2-3 cm. Dengan demikian, kotoran dan air kencing mudah jatuh pada kolong, sementara tracak/kaki kado tidak terpelosok/terjepit.
Ukuran Kandang :
- Anak : 1 X 1,2 m /2 ekor (lepas sapih),
- Jantan dewasa : 1,2 X 1,2 m/ ekor
- Dara/ Betina dewasa :1 X 1,2 m /ekor
- Induk dan anak 1,5 X 1,5 m/induk + 2 anak
      Dasar kolong kandang digali sedalam ±20 cm dibagian pinggirnya dan 30-50 cm pada bagian tengah serta dibuatkan saluran yang menuju bak penampung kotoran. Kotoran kemudian dapat diproses untuk menjadi pupuk kandang. Jagalah selalu kebersihan kandang.
B. Pakan
      Pakan utama yang umum diberikan berupa hijauan segar, seperti rumput, legum(daun lamtoro dan turi, dll) atau aneka hijauan (daun singkong (protein cukup tinggi), daun nangka dan daun pepaya). Khusus legume dan aneka hijauan sebelum diberi pada ternak sebaiknya dilayukan terlebih dahulu 2-3 jam dibawah terik matahari untuk menghilangkan racun yang ada dalam hijauan tersebut.
      Selain pakan hijauan, dapat juga ditambah dengan pakan padat /konsentrat. Jenis yang dapat digunakan adalah bekatul, ampas tahu, ketela pohon (dicacah dahulu). Jenis pakan tersebut mudah dan murah dibeli dengan sumbangan yang cukup lumayan untuk kebutuhan nutrisinya. Kebutuhan setiap ekor kira-kira 3 kg per hari dengan komposisi 40% berkatul 40% ampas tahu dan 20% ketela pohon.
       Teknik pemberian konsentrat disarankan jangan bersamaan dengan hijauan,  karena pakan ini mempunyai daya cerna dan kandungan nutrisi yang berbeda dengan hijauan.  Jumlah pemberian konsentrat sekitar 1 kg/ekor/hari.
Contoh Pola Pemberian Pakan

                                                       Pakan 
Waktu                             Hijauan                        Konsentrat

Pagi                        (±Pukul 08.00)                   Rumput , Legume            Bekatul, ampas tahu, ampas singkong

Sore                       (±Pukul 15.00)                   Rumput , Legume            Bekatul, ampas tahu, ampas singkong

Catatan: Pemberian konsentrat disarankan diberikan saat kambing atau domba sudah banyak mengkonsumsi hijauan, tetapi belum terlihat kenyang.
Selain pemberian rumput dan konsentrat, masih dibutuhkan pakan pelengkap yang mengandung gizi ternak lengkap yang belum terdapat pada hijauan dan konsentrat untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi ternak.  Sehingga tujuan atau target dari budidaya ternak yaitu memiliki ternak dengan pertumbuhan optimal dan sehat dapat tercapai. Sebagai pakan pelengkap maka PT. NATURAL NUSANTARA mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus, POC NASA dan HORMONIK. Produk ini menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh Kambing/Domba, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.

       VITERNA Plus, POC NASA dan HORMONIK mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, yaitu :
Asam-asam amino esensial, yaitu Arginin, Hiistidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein tubuh, pembentuk sel dan organ tubuh.
Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh kambing/domba dari serangan penyakit.
Mineral-mineral lengkap yaitu N, P, K,  Ca, mg , Cl dan lain-lain sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim untuk memperlancar proses metabolisme  dalam tubuh.
Cara penggunaannya adalah dengan dicampurkan dalam air minum atau komboran pakan konsentrat. Ketiga produk NASA tersebut masing-masing satu botol dicampurkan menjadi satu larutan dahulu sebagai larutan induk. Dosis pemakaian : ±10  cc atau 1 tutup botol campuran ketiga produk NASA tersebut  diberikan perekor/hari.

Keunggulan dan Manfaat dari Penggunaan produk NASA pada penggemukan kambing domba adalah :
Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik
Merupakan pakan tambahan yang berperan sebagai sumber protein, mineral dan vitamin.
Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik
Meningkatkan nafsu makan
Mempercepat adaptasi kambing/domba terhadap pakan, pada saat pertama kali masuk kandang.
Mengurangi kestresan pada kambing/domba, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah kambing-domba divaksinasi atau saat kambing-domba dalam proses pengobatan
Mempercepat pertumbuhan kambing/domba
Mengurangi bau kotoran
Meningkatkan kesehatan kambing/domba
Meningkatkan kualitas daging kambing/domba dengan warna lebih merah, padat dan rendah lemak.
C.Tatalaksana Reproduksi
Tata laksana reproduksi meliputi :
- Dengan pengelolaan yang baik kambing/domba  dapat  melahirkan 7 bulan sekali.
- Perkawinan kembali setelah melahirkan 1bulan kemudian.
- Penyapihan anak dilaksanakan pada 3 – 4 bulan.
- Umur dewasa kelamin 8 - 10 bulan
- Siklus birahi 17 - 21 hari
- Lama birahi 24 - 40 jam, bila birahi pagi maka sore atau esok harinya harus dikawinkan
-Masa kebuntingan : 5 bulan.

Pengendalian Penyakit
      Tindakan pertama yang dilakukan pada usaha pemeliharaan Kado adalah melakukan pencegahan terjangkitnya penyakit pada ternak. Beberapa langkah pencegahan adalah sebagai berikut :
Lahan yang digunakan untuk memelihara Kado harus bebas dari penyakit menular.
Kandang Kado harus kuat, aman dan bebas penyakit. Apabila digunakan kandang bekas kado yang telah terserang penyakit, kandang cukup dicucihamakan dengan disinfektan, kemudian dibiarkan beberapa saat. Apabila kandang tersebut bekas kado sehat cukup dicuci dengan air biasa.
Kado yang baru masuk sebaiknya dimasukkan  ke kandang karantina dulu dengan perlakuan khusus. Ternak yang diduga bulunya membawa penyakit sebaiknya dimandikan dan digosok dengan larutan sabun karbol, Neguvon, Bacticol Pour, Triatex atau Granade 5% EC dengan konsentrasi 4,5 gram/3 liter air. Untuk membasmi kutu, Kado dapat juga dimandikan larutan Asuntol  berkonsentrasi 3-6 gram/3 liter air.
Kandang dan lingkungan tidak boleh lembap dan bebas dari genangan air. Kelembapan yang tinggi dan genangan air mengakibatkan perkembangan nyamuk atau hewan sejenis yang menggigit dan menghisap darak ternak.
Dilakukan vaksinasi secara teratur. Vaksinasi bertujuan untuk mencegah terjangkitnya penyakit oleh Virus.
Beberapa  penyakit  yang  dapat   menyerang   Kado   adalah: 1) Penyakit parasit (kudis, kutu, cacingan); 2) Penyakit Bakterial (Antarks, Cacar mulut, Busuk Kuku); 3) Penyakit Virus (Orf); 4) Penyakit lain (Keracunan sianida, Kembung Perut, Keguguran). Hal penting dalam pengendalian penyakit adalah meningkatkan kesehatan ternak dan kebersihan kandang dan lingkungan sekitarnya serta monitoring/pengamatan yang kontinyu pada ternak sehingga apabila terdapat gejala penyakit, segera dapat diketahui jenis penyakit tersebut dan cara pencegahan dan pengobatannya.

Referensi :

Widi, T.S. 2007. Beternak Domba. Jogjakarta: Citra Aji Parama
Penulis: Ir. Twaistrisna Hepiprana

PERAN VITERNA DALAM SALURAN PENCERNAAN TERNAK

Viterna adalah suplemen pakan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang mengandung nutrisi murni seperti vitamin, mineral dan beberapa asam-asam amino penyusun protein.

Manfaat Viterna adalah untuk meningkatkan produktivitas ternak seperti meningkatkan nafsu makan, mempercepat pertumbuhan, meningkatkan stamina tubuh ternak serta mengurangi bau dari kotoran ternak. 

Kandungan nutrisi yang terdapat pada Viterna saat masuk dalam saluran pencernaan, maka akan diserap di dalam usus dan kemudian dialirkan keseluruh tubuh melalui darah. Selain manfaat diatas, kandungan gizi ternak pada Viterna berperan juga sebagai nutrisi pada  mikrobia-mikrobia  yang terdapat di saluran pencernaan ternak yang membantu dalam proses pencernaan pakan ternak. Jadi Viterna adalah suplemen pakan ternak murni nutrisi, dan juga bisa berperan sebagai prebiotic namun bukan produk probiotik.

VERTIKULTURE TEKNOLOGI PERTANIAN ORGANIK MASA DEPAN



Sungguh beruntung negara kita yang berada di garis khatulistiwa dan hanya memiliki 2 musim yaitu musim kemarau dan penghujan. Sinar matahari yang melimpah sebagai energi alam terbesar bersinar sepanjang tahun memungkinkan kita memiliki potensi pertanian (agrokompleks) yang hebat. N amun sayang potensi besar tersebut seringkali tak tergarap, meskipun sangat memungkinkan.

Manusia sering berpikir bahwa bertani / bertanam haruslah tersedia lahan yang luas, padahal alih fungsi lahan seolah tak terhentikan seiring laju pertumbuhan penduduk yang menurunkan potensi produksi pangan hingga 15-20%. Sehingga dibutuhkan suatu teknologi yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap lahan. Salah satunya adalah teknologi vertikultur yaitu teknologi bertani secara vertikal (ke atas) dengan memanfaatkan energi surya di lahan yang terbatas.

Secara prinsip, banyak tanaman yang bisa dibudidayakan dengan sistem ini, namun pada umumnya hanya beberapa jenis tanaman saja terutama hortikultura dan sayuran yang dapat dipanen dalam waktu yang relatif singkat. Untuk skala yang lebih luas bisa dipilih komoditas dengan nilai ekonomis yang lebih tinggi, sedangkan untuk skala keluarga bisa dipilih tanaman sayuran beberapa jenis untuk sekedar memenuhi kebutuhan sayuran rumah tangga, seperti kangkung darat, sawi, selada, bawang daun, seledri, atau hortikultura jenis cabai, terung, tomat dan lain sebagainya. Teknologi vertikultur berprinsip memanfaatkan cahaya matahari di lahan terbatas, dengan media yang bisa dimodifikasi sesuai dengan jenis tanamannya ataupun kemudahan mendapatkan bahan media, dengan support teknologi nutrisi dari luar media tersebut untuk mencukupi pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya tersebut.

Salah satu teknologi yang memungkinkan vertikultur mampu mensubsidi minimal untuk kebutuhan pangan keluarga adalah teknologi organik NASA yang penggunaannya sangat sederhana dan telah terbukti mampu meningkatkan produktifitas banyak tanaman budidaya, baik tanaman hias, semusim, maupun perkebunan. Dengan komposisi campuran media tanah : pupuk (bahan organik): pasir yaitu 2 : 1 : 1 dan pemupukan dasar SUPERNASA 1 sendok makan per 5-10 liter air untuk dikocorkan secukupnya di media setelah tanam dan rutin setiap 1 minggu sekali, ditambah penyemprotan POC NASA 2 tutup dan HORMONIK 0,5 tutup per tangki disemprotkan 1-2 hari sekali dan dikocorkan 3 hari sekali. Kebutuhan air untuk vertikultur relatif cukup besar karena sifat gravitasi air sehingga mudah turun ke bawah sehingga media menjadi kering. Untuk itu perlu dilakukan penyiraman terus menerus dengan drip atau dipantau beberapa jam sekali untuk diairi agar tanaman tidak kekurangan air/ dehidrasi.

Pengendalian hama lalat buah menggunakan perangkap Metilat lem, sedangkan untuk mencegah dan menanggulangi serangan kutu-kutuan ataupun ulat daun bisa kita gunakan Pestona, Pentana atau kombinasi keduanya 2 hari sekali, yang diselingi sesekali BVR . Dengan aplikasi dosis yang tepat, waktu dan jenis (termasuk pupuk NPK) jika dibutuhkan niscaya kita akan mampu mencukupi kebutuhan sayuran keluarga untuk sehari -hari yang terjamin sehat dan ramah lingkungan, minimal mampu mengurangi budget belanja harian. Dan jika itu terjadi insyaallah kita akan tersadar bahwa benar Tuhan Maha Kaya dan menyayangi bangsa Indonesia….hanya saja muncul pertanyaan lain kapan kesadaran itu datang sehingga kita bersyukur dan memanfaatkan segala pemberian Nya…


-------------------------------------------------------------------------------------

Informasi selengkapnya, silahkan hubungi Distributor Produk Natural Nusantara: 

Contact Person

Nama
SALIMIN

Alamat
Jln. Raya Moga - Guci Km 5 Karangsari RT 01 RW 01 Kec. Pulosari Kab. Pemalang Jawa Tengah Pos 52355

HP
081911575054 / 085225744577 (SMS/Telp) 

Email

Facebook

BBM
PIN 5B62EFEB

TWITTER

Instagram

Blog

Youtube

MENJAGA UNGGAS DARI SERANGAN FLU BURUNG

Koran Harian Kompas tertanggal 7 januari 2013, menyebutkan bahwa serangan virus flu burung pada bebek/itik di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Kasus kematian ribuan itik atau bebek akibat flu burung mencapai titik darurat.


Kematian unggas ini sangat massif dan penyebarannya sangat cepat. Virus yang juga pernah meledak pada tahun 2003,  muncul kembali tahun 2007 dan sekarang terulang kembali di tahun 2012 merupakan hal yang harus mendapatkan perhatian serius baik para peternak, pemerintah, perusahaan swasta maupun lembaga pemerhati peternakan.



Flu burung adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus H5N1 yang menyerang kelenjar limfe pada unggas  seperti ayam, bebek, dan puyuh sehingga menyebabkan kekebalan atau ketahanan tubuh ternak unggas menjadi menurun yang pada akhirnya menyebabkan kematian dalam waktu yang singkat. Perkembangan ciri fisik ternak unggas yang terkena penyakit flu burung sekarangpun tidak begitu tampak dibandingkan tahun 2003 atau 2007 seperti kebiruan pada tubuh dan pial atau jengger ayam. Unggas yang terkena flu burung saat ini hanya bisa diketahui melalui tes darah di laboratorium. Penyebaran melalui udara, air, tempat pakan dan minum mempercepat penularan virus ini dalam satu kandang sehingga tidak heran diberitakan bahwa bebek dalam satu kandang bisa seluruhnya terkena penyakit flu burung dalam beberapa hari saja yang menimbulkan kematian massal bebek. Bila tidak segera ditanggulangi maka kerugian peternak akan semakin besar.



Penyakit flu burung hingga saat ini belum ada obatnya. Sehingga yang perlu dilakukan saat ini adalah melakukan pencegahan. Oleh karena itu beberapa hal yang perlu kita lakukan agar ternak unggas yang kita miliki dapat  tercegah dari serangan Virus Flu Burung H5N1  :
1. Hindari pembelian unggas baru (untuk sementara) apabila terpaksa membeli jangan langsung dicampur dengan unggas yang lama (dikandangkan tersendiri).
2. Batasi membawa unggas keluar kandang, misalnya ke arena kontes atau pameran.
3. Jangan ditempatkan pada tempat terbuka sehingga mudah didatangi burung liar (hindari kontak langsung dengan unggas lain). Burung liar adalah salah satu pembawa virus flu burung.
4. Hati-hati dalam membeli pakan atau alat-alat pemeliharaan yang baru (tempat makan, minum, dan kurungan kandang), sebaiknya di tempat yang terjamin bebas flu burung (didesinfektan dulu) atau setelah anda membeli alat-alat kandang yang baru sebaiknya disemprot dulu dengan desinfektan
5. Bersihkan kandang dan alat-alat kandang dengan desinfektan/deterjen setiap 2-3 hari sekali (desinfektan, antara lain : deterjen, ammonium kuatener, formalin 2-5%, iodioform kompleks (iodione), senyawa fenol, natrium/alium hipoklorik yang dapat dibeli di bebagai toko peralatan peternakan (poultry Shop). Tujuan dari pembersihan dengan desinfektan adalah untuk membunuh virus dan  bakteri pathogen yang dapat menyebabkan sakit pada unggas kesayangan anda.
6. Untuk ayam dan bebek, sebaiknya dilakukan vaksinasi flu burung agar ayam dan bebek yang kita pelihara memiliki kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit flu burung.7. Berikan pakan suplemen vitamin dan mineral lengkap pada ternak unggas seperti produk NASA: VITERNA, POC NASA dan HORMONIK setiap hari untuk meningkatkan daya tahan tubuh unggas dan memacu pertumbuhan serta produktivitas ternak unggas.

AKSI GANDA MENANGGULANGI HAMA DAN PENYAKIT PADA PADI

Pada penyemprotan masal di lahan padi di daerah manisrenggo , klaten, jawa tengah  beberapa waktu banyak  lalu mengingatkan pada kita bahwa ternyata pada budidaya padi saat ini mulai banyak serangan  mulai hama atau penyakitnya. Wabah ini bisa wereng yang meluas  hampir di seputaran jawa bahkan sampai diluar jawa, juga walangsangit yang lain sundep, beluk juga mengintai petani sewaktu waktu.

Petani juga dihadapkan pada persoalan yang lain lagi adanya penyakit potong leher, becak bergaris atau penyakit yang disebabkan oleh jamur atau bakteri lainnya.Beragamnya berbagai pestisida dan fungisida yang beredar di lapangan cukup membuat petani bingung untuk memilih yang terbaik bagi tanamannya.
Pemakaian yang tidak sesuai takaran, pencampuran yang tidak melihat dosis anjuran, penyemprotan yang tidak sesuai standar, disamping itu harga yang lumayan tinggi menjadikan proses pengendalian dan pencegahan hama dan penyakit terkesan asal dan yang Perlakuan pestisida dan fungisida yang kurang bijaksana itu sendiri mengakibatkan hama, jamur dan bakteri makin kebal, makin sulit dikendalikan akibatnya biaya yang dikeluarkan sang petani pun bertambah dan margin keuntungan yang akan didapat jelas akan berkurang seiring dengan pembelian berbagai obat pengendali ini.
Nah, PT NATURAL NUSANTARA memberikan solusi jitu dengan sekali semprot membantu petani mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit pada padi. Sejak jaman dahulu orang mulai bercocok tanam padi sebelum ada pestisida maka Gliocladium sp dan Beuveria bassiana memang sudah banyak dilahan kita untuk membantu mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit, namun semenjak hadirnya pestisida dan fungisida maka jamur teman petani ini juga ikut musnah.Dari berbagai kendala yang ada ternyata sudah banyak cara yang dipakai petani namun yang terjadi seperti sekarang ini, wabah, berbagai kasus yang lain. Kembalilah ke semula, kembalilah ke dasar pengendalian bahwa alam ini diciptakan dalam bentuk keseimbangan.  Dengan menganut hukum ini maka kasus dan wabah diharapkan sudah mulai berkurang dan tidak ada lagi.
Apa itu NATURAL GLIO ? jamur Gliocladium sp dan Trichoderma dengan kandungan 10 pangkat 15 spora/gramnya mampu mencegah dan mengendalikan jamur jamur yang disebabkan oleh jamur ditanah seperti penyakit potong leher atau blast yang disebabkan oleh Pyricularia grisea, hawar daun atau kresek disebabkan Xanthomonas  campestris pv Oryzae Dye, bercak daun Cercocspora, dll.
Apa itu NATURAL BVR ? adalah jamur Beuveria bassiana, dengan kandungan 10 pangkat 10 spora per gram nya mampu mencegah sundep beluk, wereng, walangsangit dan hama lainnya dengan tidak mematikan musuh alaminya. Jadi, dengan sekali semprot, maka  hama dan penyakit pada padi serta merta tercegah dan terkendali, dengan didukung sertifikasi serta kualitas yang tidak perlu diragukan maka pemakaian NATURAL GLIO  dan NATURAL BVR sangat dianjurkan bagi petani.NATURAL GLIO dan NATURAL BVR adalah produk berkualitas dari PT NATURAL NUSANTARA.

KONSEP PENGENDALI HAMA TANANMAN DAN NASA SEBAGAI PROSES PEMBERDAYAAN PETANI





Kita pasti setuju bahwa PETANI merupakan Tiang Agung Negara Indonesia atau penyangga yang besar bagi bangsa Indonesia. Karena Petani merupakan bagian terbesar produsen pangan dan produk-produk pertanian lainnya,
yang seharusnya memegang peran dan pelaksana utama pembangunan pertanian di negara Indonesia yang agraris. TETAPI apa yang terjadi sampai detik ini, Petani dan masyarakat pedesaan dalam posisi yang marginal dan memprihatinkan. Petani belum ditempatkan sebagai subyek atau penentu keputusan kegiatan pembangunan pertanian namun tetap sebagai obyek pembangunan pertanian yang secara nasional dirancang dan dilaksanakan oleh Pemerintah, bersama dengan segala jajaran dan petugasnya, serta didukung oleh mitra kerja Pemerintah termasuk dunia usaha dan dunia pendidikan dan penelitian. Banyak jenis program dan proyek pemberdayaan petani telah dilaksanakan oleh Pemerintah, melalui Departemen Pertanian dan departemen lainnya, namun program-program tersebut masih terpusat pada ketergantungan petani pada Pemerintah. Pola pemberdayaan masih satu arah dengan inisiatif dan pelaksana program adalah Pemerintah dengan para petugas lapangannya. Program pemberdayaan petani kurang bersifat partisipatoris sehingga kurang efektif dalam membebaskan petani dari berbagai bentuk cekaman dan tekanan yang menekan kehidupan mereka.




Penerapan secara luas dan seragam program ketahanan pangan nasional yang bertumpu pada teknologi pertanian konvensional membuat petani dan kelompok tani semakin tidak berdaya, tidak mandiri dan tidak percaya diri. Mereka sangat tergantung pada uluran tangan pihak-pihak lain terutama pemerintah, pengusaha dan peneliti. Dengan ketergantungan tersebut berbagai potensi, aktivitas, kreatifitas dan kearifan petani menjadi tersumbat dan tidak dapat dimanfaatkan untuk pembangunan bangsa. Berbagai kendala yang dihadapi petani yang meliputi kendala internal seperti keterbatasan bibit, air, pupuk, pestisida, modal, pengetahuan dan teknologi serta kendala eksternal seperti akses pasar, penetapan harga, perubahan iklim dan lain-lainnya telah digunakan oleh Pemerintah sebagai alasan melakukan intervensi dalam proses pengambilan keputusan petani dalam mengelola lahannya sendiri yang terbatas. Ketergantungan petani pada Pemerintah, pengusaha sarana produksi serta rekomendasi peneliti membuat petani semakin tidak mampu dan tidak berani mengambil keputusan yang terbaik dalam mengelola produksi pertanian yang sesuai dengan keberadaan dan potensi mereka sendiri yang sangat khas lokal. Petani sampai saat ini masih dianggap sebagai obyek berbagai program dan proyek pembangunan pertanian. Bagi pengusaha petani dianggap sebagai pasar potensial banyak jenis produk-produk industri pertanian seperti benih, pupuk, pestisida dan alat mesin pertanian. Bagi sebagian peneliti, petani dianggap sebagai obyek kegiatan penelitian serta sebagai pengguna akhir hasil kegiatan atau proyek penelitian yang dilaksanakan atas biaya dari lembaga pemerintah atau swasta sesuai dengan "pesan-pesan" tertentu.



Program Nasional Pengendalian Hama Terpadu (PHT) melaksanakan program pelatihan petani PHT melalui kegiatan SLPHT (Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu) dengan menerapkan pendekatan partisipatoris dan prinsip petani belajar dari pengalaman telah menghasilkan harapan bahwa petani dapat mandiri, percaya diri dan lebih bermartabat sebagai manusia bebas dalam menentukan nasib dan masa depan mereka. Program pelatihan SLPHT dapat menghasilkan para alumni yang mampu melakukan kegiatan perencanaan dan percobaan untuk memperoleh teknologi budidaya tanaman yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi lokal dan kebutuhan petani yang spesifik. Setelah petani menyelesaikan satu periode SLPHT (disebut "alumni" SLPHT) banyak pengalaman, pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan coba-coba yang mereka peroleh di SLPHT kemudian diterapkan dan dilanjutkan di lahan sawahnya masing-masing. Dalam menerapkan berbagai prinsip dan teknologi PHT para petani alumni SLPHT selalu melaksanakannya secara terpadu, holistik dan berkelompok dalam kelompok taninya masing-masing. Hasil positif yang dirasakan petani setelah melalui pengalaman bertahun-tahun, para alumni SLPHT merasa semakin mampu menyelesaikan berbagai permasalahannya selama ini secara mandiri.





Sejak penyelenggaraan SLPHT, banyak konsep dan teknologi yang ditemukan sendiri oleh petani alumni SLPHT di banyak propinsi dan pada banyak komoditi pertanian (pangan, hortikultura, perkebunan). Beberapa teknologi kreasi petani dapat menghasilkan keluaran yang secara ekologi dan ekonomi lebih baik daripada teknologi hasil para peneliti dan lembaga-lembaga penelitian, termasuk peneliti Universitas. Hasil-hasil dan perolehan tersebut membuat petani lebih percaya diri dan ingin disejajarkan dengan kelompok peneliti profesional yang bekerja di lembaga-lembaga penelitian pertanian dan universitas. TETAPI sayangnya, Petani yang sudah lulus SL-PHT biasanya malas menerapkan ilmu yang telah didapat dari Pelatihan SL-PHT, misal membuat ekstrak racun dari tanaman untuk hama, membuat pestisida organik, memperbanyak jamur yang berguna seperti Gliocladium, Trichoderma, Beauveria bassiana, Virus Spodpter sp. , dll. Karena memang sifat petani kita yang kebanyakan penginnya yang siap saji (instan), langsung bisa digunakan, praktis, ekonomis dan tidak merepotkan.



Untuk itu Natural Nusantara ( NASA ) mencoba menjembati Konsep PHT dengan SL-PHTnya yang luar biasa dengan menciptakan produk-produk yang ramah lingkungan atas dasar penalaran dan prinsip-prinsip PHT adalah : budidaya tanaman sehat, lestarikan dan manfaatkan musuh alami, pengamatan ekosistem berkala, dan petani sebagai ahli PHT. Teknologi NASA yang praktis dan siap pakai seperti PESTONA, PENTANA, Natural GLIO, Natural BVR, VITURA, VIREXI, Metilat LEM dan CORRIN. NASA juga ingin membantu program pemerintah dengan memberikan pendidikan kepada petani NASA lewat trainingptraining khusus SL-PHT supaya pola pikir, mental, motivasi , ilmu pengetahuan dan teknologi bisa lebih diberdayakan. Dengan teknologi NASA kita bisa memanfaat hasil penelitian yang telah diteliti di akademis untuk digunakan langsung secara praktis dan siap pakai serta ekonomis bagi para petani.



Alhamdulillah kurang lebih 7 tahun berkarya NASA telah mampu membuktikan dan merealisasikan kepada petani-petani NASA minimal 5 aspek dasar :

1. Aspek Pendidikan. Kami bisa menjalankan layanan konsultasi, dan kurikulum pendidikan dan pelatihan utk up grade skill, mental, motivasi, pola pikir.

2. Aspek Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Siapapun, di manapun, latar belakang apapun bisa mengakses peluang dan kesempatam bisnis yang bisa upgrade modal dan pendapatan. Dan petani tidak selalu jadi objek, tetapi bisa jadi subjek bisnis.

3. Aspek Lapangan Kerja. Sekecil apapun kontribusi kami tetapi kami telah berbuat membantu mengurangi pengangguran yg menjadi masalah di negeri ini. NASA mampu menyerap paling tidak 5% bahkan lebih dari total pengangguran

4. Aspek Keadilan. Prestasi menjadi syarat mutlak utk sukses di NASA, bukan karena kapital maupun power/kekuasaan sebagai penentu kesuksesan.

5. Aspek Nasionalisme. Kami membuktikan produk dalam negeri tidak selalu kalah dengan produk luar negeri, Kami membangun sistem yang bisa membentengi / mencegah keluarnya devisa negara akibat menggunakan produk luar negeri.

Mudah-mudahan penerapan konsep PHT dan NASA bisa sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan pemberdayaan petani Indonesia, sehingga bisa mewujudkan Indonesia makmur raya yang berkeadilan. Sukses untuk petani-petani NASA.



BVR GLIO PESTISIDA ORGANIK NASA




MUSUH PETANI……
  • HAMA ( Wereng, Walang sangit, Ulat, Keong Mas, dll.)
  • PENYAKIT ( Jamur, Bakteri, Virus )
  • GULMA  ( Alang-alang, Rumput daun lebar )

TEMAN PETANI ( Musuh Alami ) ……
  • PREDATOR ( Pemangsa )
  • PARASITOID ( organisme kecil )
  • AGENS HAYATI ( mikroba berguna )
  • PESTISIDA BOTANI ( Ekstrak Tanaman )
BAHAYA PESTISIDA KIMIA BERLEBIHAN :
  1. Resistensi ( kekebalan hama )
  2. Resurgensi ( Ledakan Hama )
  3. Ledakan hama sekunder
  4. Matinya musuh alami
  5. Pencemaran Lingkungan
  6. Gangguan Kesehatan
    STRATEGI PENGENDALIAN HAYATI  :
          PENGGUNAAN BAHAN ORGANIK ….. WAJIB
          KONSERVASI  (Perbaikan ), contoh : tidak membakar jerami, menyelamatkan serangga terinfeksi
          INTRODUKSI Agen Hayati Unggul, Contoh : Gliocladium, Trichoderma, Beauveria


    MEMAKSIMALKAN PERTUMBUHAN DAN MENEKAN ANGKA KEMATIAN TERNAK DAN IKAN, JALAN MENSEJAHTERAKAN PETERNAK


       Salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap tingkat keuntungan peternak adalah jumlah ternak dan ikan yang dipanenangka kematian dan efisiensi pakan. Jumlah panen dan efisiensi pakan yang tinggi, angka kematian yang rendah pada ternak dan ikan, maka keuntungan yang akan diperoleh peternak semakin tinggi pula.

    Demikian pula sebaiknya, semakin tinggi angka kematian, semakin rendah jumlah ternak dan ikan yang dipanen  maka keuntungan peternak pun akan semakin berkurang, bahkan tidak sedikit yang mengalami kerugian bahkan membawa pada kebangkrutan usaha. Oleh karena itu beberapa perusahaan inti dalam kemitaraan ayam pedaging memberikan tambahan keuntungan atau bonus kepada peternak plasma yang dapat menekan angka kematian sampai 8%.

          Jumlah panen yang rendah dan angka kematian yang tinggi pada ternak dan ikan dapatdisebabkan karena beberapa hal seperti :
    1. Bibit yang kurang baik kualitasnya,
    2. Serangan penyakit,
    3. Kebersihan kandang dan sanitasi kolam yang kurang terjaga,
    4. Kesalahan manajeman pemeliharaan,
    5. Pakan yang kadaluarsa
    6. Dan beberapa faktor lainnya.

    Oleh karena itu para peternak diharapkan dapat melaksanakan PANCA USAHA PETERNAKAN :

    1. Pemilihan bibit yang baik,
    2. Pemberian pakan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan ternak dan ikan,
    3. Pencegahan dan pengendalian penyakit yang kontinyu,
    4. Perawatan kebersihan kandang atau sanitas kolam yang baik, peralatan kandang atau kolam yang selalu teraratur dibersihkan, dan
    5. Perencanaan pemasaran yang tepat.

                 PT. Natural Nusantara sebagai salah satu institusi swasta yang bergerak di bidang Agrokomplek khususnya di sektor peternakan dan perikanan organik memberikan solusi untuk memaksimalkan pertumbuhan ternak dan ikan, menekan angka kematian serta meningkatkan efisiensi pemberian pakan pada ternak dan ikan terutama pada pengoptimalan pertumbuhan dan kesehatan ternak dan ikan sehingga diperoleh ternak dan ikan  yang pertumbuhannya cepat dan sehat. Data pengujian di lapangan, termasuk laporan para peternak ayam pedaging yang telah menggunakan produk NASA membuktikan bahwa ayam pedaging yang memakai produk NASA pertumbuhannya lebih cepat, sebagai data yaitu ayam broiler umur 35 hari sudah mencapai berat 1,9 - 2 kg dengan angka kematian yang rendah rata-rata hanya 5%.  Demikian pula dengan ternak dan ikan yang lain sebagimana tercantum dalam label terlampir di akhir artikel. Dengan hasil seperti ini, peternak tersebut mendapatkan keuntungan yang besar selain dari nilai hasil bagi usaha, juga dari tambahan bonus angka kematian dan FCR yang rendah.




             Pengaruh produk NASA terhadap rendahnya angka kematian disebabkan dari kandungan produk NASA yaitu ViternaPOC NASA dan Hormonik yang memiliki kandungan mineral dan vitamin yang tinggi, ditambah dengan protein yang terdapat pada Viterna semakin melengkapi nutrisi yang dibutuhkan oleh ayam pedaging. Sehingga proses metabolisme dalam tubuh ayam berjalan dengan baik dan produktivitasnya akan maksimal dalam bentuk kesehatan yang prima dan produksi daging yang tinggi dalam waktu yang lebih cepat.



                Formula yang digunakan untuk mendapatkan hasil maksimal tersebut  adalah denganmenggabungkan tiga produk NASA yaitu ViternaPOC NASA dan Hormonik menjadi 1 (satu) larutan indukDosis penggunaannya adalah 1 tutup botol larutan induk dicampurkan pada per10 liter air minum per hari. Satu hari cukup satu kali pemberian. Sebagai keterangan penggunaan produk NASA untuk 1000 ekor ayam pedaging dengan pemeliharaan selama 35 hari adalah 5 botol Viterna, 5 botol POC NASA dan 5 botol Hormonik.




    KESAKSIAN PENGGUNAAN PRODUK NASA PADA BIDANG PETERNAKAN 
    Komoditas
    Peternak
    Lokasi
    Produksi
    Tambahan keuntungan
    Produk NASA
    Jumlah ternak
    Sebelum
    Sesudah
    Domba pedaging
    Suharjo
    Bantul, DIY
    Domba kecil :
    7,5 kg
    Domba kecil :
    9,5 kg
    Nafsu makan meningkat, Pertumbuhan cepat,
    Bau kotoran berkurang
    Tidak ada pakan sisa

    Daging setelah dipotong tidak ada gajihnya
    VTN, Hormonik
    40 ekor
    Sapi potong
    Agus
    Magelang, Jawa Tengah
    Berat sapi umur
    3 tahun : 600-700 kg
    Berat sapi umur
    3 tahun : 450-550 kg
    Bau kotoran berkurang
    Kesehatan meningkat
    Kualitas daging yang meningkat dengan kadar protein lebih tinggi dari kadar lemaknya
    VTN, POC NASA, HORMONIK
    40 ekor
    Jenis : Simmental dan limousin
    Sapi Perah PFH
    Yadi
    Sleman, DIY
    Produksi susu :
    12 liter/ekor/hari

    Kadar lemak susu :
    3,5

    Total solid : 11
    Produksi susu :
    15 liter/ekor/hari

    Kadar lemak susu :
    3,9 – 4

    Total solid : 12
    Nafsu makan meningkat

    Tidak ada sisa pakan

    Bau kotoran berkurang

    Setiap tahun beranak
    VTN
    10 ekor
    Umur 30 bulan
    Berat 390 – 400 kg
    Ayam broiler
    H. Abdul Hamid
    Kediri, Jawa Timur
    Angka kematian : 25-30 Ekor/hari

    Angka Afkir ayam muda : 100-200 ekor per periode

    Berat ayam umur 35-37 hari : 1,7 kg
    Angka kematian :
    < 10 ekor/hari

    Angka afkir ayam muda : < 15 ekor per periode

    Berat ayam umur 35-37 hari : 1,8 kg
    Pertumbuhan ayam merata

    Bau kotoran berkurang, tidak menyengat
    VTN, POC NASA, Hormonik
    26.000 ekor
    Burung Puyuh
     Sarjo Kartono
    Sleman, DIY
    Produksi telur : 
     800 butir/hari

    Konsumsi pakan
    Per 1 bulan : 15 zak
    Produksi telur : 
     1.300 butir/hari

    Konsumsi pakan
    Per 1 bulan : 13 zak
    Kulit telur lebih kuat

    Bau kotoran berkurang drastis
    VTN, POC NASA, Hormonik
    1500 ekor
    Umur 5 bulan
    Bebek petelur
    Baidowi
    Banyuwangi, jawa Timur
    Produksi Telur :
    70 -  75 butir/hari
    Produksi Telur :
    125 - 130 butir/hari
    Ukuran telur lebih besar
    Bau kotoran berkurang
    VTN, HRN, AMNE
    150 ekor
    Umur 2 tahun
    Ayam Arab
    Arsyad
    Banjar, Kalsel
    Kematian : 45%

    Umur layak saat dijual :  4 bulan

    Umur mulai
    bertelur :
    5 bulan
    Kematian : 20%

    Umur layak saat dijual :  3 bulan

    Umur mulai
    bertelur :
    4 bulan
    Bau kotoran berkurang
    Mengurangi stress dan meningkatkan kekebalan tubuh
    VTN, POC NASA, Hormonik
    1000 ekor
    Ayam kampung
    Anwar
    Sleman, DIY
    Berat ayam 58 hari :
    7 ons
    Berat ayam 58 hari
    8-9 ons
    Bau kotoran berkurang
    Mengurangi stress dan meningkatkan kekebalan tubuh
    VTN, POC NASA
    4000 ekor
    Ayam Petelur
    Kusno
    Magetan, Jawa Timur
    Produksi telur umur ayam 6 bulan : 60%

    Umur 90 hari ayam baru mulai bertelur

    Umur 18 bulan ayam sudah diafkir
    Produksi telur umur ayam 6 bulan : 80 %

    Umur 80 hari ayam sudah mulai bertelur

    Umur 18 bulan,ayam masih produktif
    Kulit telur lebih kuat
    Bau kotoran berkurang
    Mengurangi stress
    VTN
    700 ekor
    Ulat Sutera
    Syahrudin
    Enrekang, Sulsel
    Produksi kokon
     1 box = 25-29 Kg

    Warna kokon kuning
    Produksi kokon
     1 box = 30-40 Kg

    Warna kokon putih cemerlang
    Nafsu makan ulat meningkat
    Kokon lebih besar dan
    Keras
    Kematian ulat berkurang
    VTN
    Luas lahan
     40 are

    KESAKSIAN PENGGUNAAN PRODUK NASA PADA SEKTOR PERIKANAN  
    Komoditas
    Peternak
    Lokasi
    Produksi
    Tambahan keuntungan
    Produk NASA
    Jumlah ternak
    Sebelum
    Sesudah
    Udang Galah
    Priyo
    Sleman, DIY
    Panen umur 90 hari : 75 kg

    Konsumsi Pakan : 225 kg
    Panen umur 90 hari :
    83 kg

    Konsumsi Pakan :
    175 kg
    Nafsu makan meningkat,

    Pertumbuhan cepat,

    Angka kematian hanya 100 ekor sampai umur 54 hari
    TON, POC NASA, VITERNA
    5.000 ekor

    Luas lahan :
    400 m2





    Udang Windu
    H. Syafiq
    Kendal, Jawa Tengah
    Jarang berhasil atau panen
    Panen 2 kuintal dari tebar udang 20.000 ekor dengan size 25, 30 dan 40
    Nafsu makan meningkat,

    Pertumbuhan cepat,
    TON, POC NASA
    20.000 ekor

    Luas lahan :
    3000 m2
    Lele
    Zainudin
    Magelang, Jawa Tengah
    Konsumsi Pakan 35.000 ekor :
    52,5 zak

    Angka kematian
     > 10%
    Konsumsi Pakan 35.000 ekor :
     35 zak

    Angka kematian
     < 3%
    Nafsu makan meningkat,

    Pertumbuhan cepat,
    TON, VITERNA,
    POC NASA, Hormonik
    35.000 ekor

    Lama pemeliharaan : 50 hari dari size 3-5
    Gurami
    Suhardi Martono
    Bantul, DIY
    Angka kematian : 50%
    Angka kematian :
    < 10%
    Nafsu makan meningkat,

    Pertumbuhan cepat,

    Daging lebih padat dan kuat
    VTN, POC NASA, Hormonik
    10.000 ekor
    Size : 2-3 cm

    Luas lahan :
    421 m2
    Patin
    Sabri
    Banjar, Kalsel
    Panen : 6000 ekor

    Bobot saat umur
     7 bulan baru mencapai 8 ons
    Panen : 8000 ekor

    Bobot saat umur
     7 bulan sudah mencapai 10 ons (1 kg)
    Nafsu makan meningkat,

    Pertumbuhan cepat,

    Daging lebih padat dan kuat

    Pertumbuhan lebih seragam
    VITERNA,
     POC NASA,
    10.000 ekor

    Luas lahan :
    340 m2
    Ikan hias
    H. Barus
    Deli Serdang, Sumatera Utara
    Baru bisa panen setelah 3 bulan dipelihara


    Sudah bisa dipanen setelah 2 – 2,5 bulan dipelihara
    Nafsu makan meningkat,

    Pertumbuhan cepat,

    Hasil meningkat 15-20%

    Angka kemtian turun dari 100%
    TON,
    VITERNA

    Bandeng
    H. Achmad Saifudin
    Kerawang, Jawa Barat
    Kepadatan ikan :
    4.000 – 5.000 ekor/ha
    Kepadatan ikan :
    7.000 ekor/ha
    Nafsu makan meningkat,

    Pertumbuhan cepat,

    Panen : 20 ton /ha
    TON,
    VITERNA
    POC NASA,

    Kepiting/Sangkak
    Saparida Lubis
    Langkat, Sumatera Utara
    Peningkatan bobot hanya 65-75 kg

    Angka kematian :
    5-10%
    Peningkatan bobot
    95 kg

    Angka Kematian :
    0-5%
    Nafsu makan meningkat,

    Pertumbuhan cepat,
    VITERNA
    POC NASA, HORMONIK

    Ikan Emas
    Sukanto
    Tanggamus, Lampung
    Produksi ikan selama 40 hari :
    8,5 kuintal
    Produksi ikan
    selama 40 hari :
    10 kuintal
    Nafsu makan meningkat,

    Pertumbuhan cepat,
    TON,
    VITERNA

    Nila
    Muhammad Arsyad
    Banjar, Kalsel
    Angka kematian :
    50 %

    Panen 1 kg isi 4 ekor butuh waktu 3,5 bulan
    Angka kematian :
    15 %

    Panen 1 kg isi 4 ekor waktunya hanya
    2,5 bulan
    Nafsu makan meningkat,

    Pertumbuhan cepat,

    Penghematan pakan : 12 jala hanya butuh 120 zak
    VITERNA
    POC NASA, HORMONIK

    Pembenihan lele
    Tahmid
    Bantul, DIY
    Pemeliharaan
    1 minggu hanya menghasilkan
    1 ukuran  (size 2-3)



    Induknya menghasilkan telur 50.000 bibit telur
    Pemeliharaan
     1 minggu menghasilkan
    2 ukuran  (size 2-3 dan 3-5)


    Induknya menghasilkan telur 70.000 bibit telur
    Nafsu makan meningkat,

    Pertumbuhan lebih cepat

    Angka kematian kecil
    POC NASA,
    HORMONIK


    PRODUK PERTANIAN


    PRODUK PETERNAKAN


    PRODUK PERIKANAN


    PRODUK PERKEBUNAN


    PRODUK PESTISIDA


    PRODUK ALAT RUMAH TANGGA


    PRODUK KESEHATAN


    PRODUK CRYSTAL X


    ORDER CEPAT


    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    HUBUNGI KAMI



    PROFIL P.T. NASA