Mengenal Penyakit Bercak Ungu pada Bawang-bawangan

HATI-HATI TERHADAP SEGALA BENTUK PENIPUAN (SMS; TELPON) YANG MENGATASNAMAKAN PT. NATURAL NUSANTARA, UNTUK KONFIRMASI SILAHKAN HUBUNGI CALL CENTER KAMI 0274-6499191

Mengenal Penyakit Becak Ungu pada Bawang-bawangan



Penyakit becak ungu atau trotol  menyerang pada berbagai jenis bawang-bawangan , misal bawang daun, b. merah, b. putih dan b. Bombay yang menyebabkan matinya daun-daun bawang. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Alternaria porri (Ell.) Cif.  

Gejala serangan, terjadinya becak kecil, melekuk, berwarna putih sampai kelabu. Jika membesar, becak tampak bercincin, dan warnanya agak keunguan. Tepinya agak kemerahan atau keunguan dan dikelilingi oleh zone berwarna kuning, yang dapat meluas agak jauh di atas atau dibawah becak. Pada cuaca lembab permukaan becak berwarna coklat sampai hitam. Ujung daun yang sakit mengering, becak lebih banyak pada daun tua. Bisa menginfeksi sampai umbi lapis yang mengalami pembusukan mulai leher, dan mudah dikenali dari warnanya kuning sampai merah kecoklatan. Daur Penyakit; pathogen bertahan dari musim ke musim pada sisa-sisa tanaman sebagai konidium. Konidium disebarkan oleh angin pada malam hari dan infeksi terjadi melalui mulut kulit dan melalui luka-luka. Faktor yang mempengaruhi penyakit; tanaman tidak dipupuk secara berimbang, penyiraman kurang dan musim kemarau riskan dengan gangguan penyakit. Pemupukan dengan urea pada musim hujan akan meningkatkan serangan penyakit. Pengendalian; drainase yang baik, rotasi tanaman, pemupukan berimbang misal penyemprotan POC NASA dan HORMONIK, sebagai pencegahan sebelum tanam pakai Natural GLIO, penyemprotan fungisida tembaga dan zineb dianjurkan jika populasi diatas ambang ekonomi dan lebih bagus ditambah perekat-perata-pembasah AERO 810 agar dapat membasahi daun bawang yang berlilin.


-------------------------------------------------------------------------------------

Informasi selengkapnya, silahkan hubungi Distributor Produk Natural Nusantara: 

Contact Person

Nama
SALIMIN

Alamat
Jln. Raya Moga - Guci Km 5 Karangsari RT 01 RW 01 Kec. Pulosari Kab. Pemalang Jawa Tengah Pos 52355

HP
081911575054 / 085225744577 (SMS/Telp) 

Email

Facebook

BBM
PIN 5B62EFEB

TWITTER

Instagram

Blog

Youtube

JAMUR UNTUK INSEKTISIDA HAYATI




Kita tahu dan sebaiknya harus tahu bahwa pengendalian hama secara biologi atau pengenda­lian hayati mendapat perhatian yang cukup besar di dunia pertanian. Hal ini antara lain disebabkan oleh kesadar­an masyarakat yang semakin tinggi akan bahayanya pengaruh samping penggu­naan pestisida kimia baik terhadap ma­nusia maupun lingkungan.
Dampak ne­gatif penggunaan pestisida yang kurang bijaksana akan menimbulkan resistensi hama, resurgensi hama, munculnya hama kedua, terbunuhnya jasad bukan sasaran ( musuh alami , residu pestisida dan pencemaran lingkungan. Kecen­derungan masyarakat untuk menikmati hasil - hasil pertanian yang bebas residu pestisida semakin meningkat. Di sam­ping kebijaksanaan pemerintah dalam pengendalian dengan sistem pengelo­laan hama terpadu (PHT) sesuai UU No. 12 tahun 1992 juga mendorong untuk memberi kesempatan peran yang besar pada pengendalian hayati. 

Salah satu agens hayati yang bisa digunakan sebagai pengendalian hayati atau biologi adalah jamurentomopatogenik ( jamur yang memakan hama ) dan jamur antagonis ( Jamur yang memakan jamur) Ada beberapa alasan mengapa jamur entomopatogenik dan jamur antagonis banyak menjadi pilihan untuk pengendalian hama penyakit dari pada organisme lain. Diantaranya jamur entomopatogenik dan jamur antagonismempunyai kapasitas reproduksi yang tinggi, siklus hidupnya pendek, dapat membentuk spora yang dapat bertahan lama di alam, bahkan dalam kondisi yang tidak menguntungkan sekalipun. Disamping itu relatif aman, bersifat selektif, kompatibel dengan berbagai insektisida, relatif mudah diproduksi, kemungkinan menimbulkan resistensi sangat kecil. Selain itu, di beberapa negara maju telah digunakan secara rutin dan meluas, misalnya Rusia telah menggunakan Beauveria bassiana untuk mengendalikan Penggerek umbi Kentang, Colarado potato beetle (Laspeyresia pomonella). 

Keberhasilan pemanfaatan jamur en­tomopatogenik dan jamur antagonis di lapangan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan (suhu, kelembaban), jumlah spora (termasuk viabilitas dan virulen­sinya) yang disemprotkan, sehingga kemungkinan spora sampai sasaran cukup banyak. Di samping itu perlu di­ketahui biologi hama atau daur hidupnya agar waktu penyemprotan dapat lebih tepat. Juga saat penyemprotan harus benar-benar tepat, maksudnya tidak di­semprotkan pada waktu matahari terik, sebaiknya aplikasinya pada waktu men­dung atau sore hari. 

Viabilitas ( daya hidup ) spora jamur entomopatogenikdan jamur antagonis di­pengaruhi oleh faktor suhu, kelembaban, pH, radiasi sinar matahari dan senyawa kimia seperti nutrisi dan pestisida. Hal ini penting untuk dipelajari, sebab syarat suatu patogen berhasil baik digunakan sebagai agensia pengendali hama yaitu harus memiliki viabilitas dan virulensi ( daya bunuh ) yang tetap terpelihara atau tinggi. 

Salah satu jamur entomopatogenik adalah Beuaveria bassiana, ( Natural BVR ) dan jamur antagonis adalahGlio­cladium sp, Trichoderma sp. ( Natural GLIO ) yang dikeluarkan oleh PT. Na­tural Nusantara Jogjakarta merupakan satu-satunya agens hayati yang telah bersertifikat dari komisi pestisida. Natu­ral BVR sangat bagus untuk mengenda­likan wereng, walang sangit, penggerek batang padi dan kakao, penggerek buah kopi dan kakao. Sedang Natual GLIO untuk mengendalikan penyakit layu baik Fusarium (jamur) atau Xanthomonas spdan Pseudomonas sp. (bakteri) dan bisa mengendalikan penyakit akar gada pada kobis dan akar putih pada tanaman per­kebunan ( kakao, karet, sawit, sengon, kopi, teh dan kina ). 

Copyright @ UA2011 Natural Nusantara.

Proses Penguraian (Dekomposisi) Bahan Organik di Air Budidaya Perikanan

TAHUKAN ANDA :
Proses Penguraian (Dekomposisi) Bahan Organik di Air Budidaya Perikanan

Bahan organik adalah material yang berasal dari mahluk hidup yang masuk ke air budidaya yang berupa pakan, ikan atau tumbuhan yang mati dan lain-lain.

Bahan organik tersebut akan mengalami penguraian yang dilakukan oleh bakteri pengurai. Proses penguraian tersebut terjadi dalam dua jenis proses yaitu :


Penguraian di Air (bagian yang mengandung oksigen).

Limbah organik yang ada di air akan dimanfaatkan dan diurai (dekomposisi) oleh bakteri aerobik (bakteri yang memerlukan oksigen). Pada proses ini makin banyak limbah organik yang masuk ke air, makin besar pula kebutuhan oksigen bagi bakteri yang mendekomposisi, bahkan jika keperluan oksigen bagi mikroba yang ada melebihi konsentrasi oksigen terlarut maka oksigen terlarut bisa menjadi nol dan bakteri aerobpun akan musnah digantikan oleh bakteri anaerob (bakteri yang tidak memerlukan oksigen) dan fakultatif (bakteri yang bisa hidup pada kondisi ada maupun tidak ada oksigen). Kondisi tersebut dapat mengganggu bahkan mematikan ikan yang kita budidayakan. Oleh karena itu harus dilakukan pengedalian masuknya bahan organik ke kolam budidaya. Misalnya dengan memberikan pakan sesuai kebutuhan atau kemampuan ikan mengkonsumsinya.

Penguraian di Lumpur (bagian yang tidak mengandung oksigen)

Limbah organik yang masuk ke bagian yang tidak mengandung oksigen akan dimanfaatkan dan diurai (dekomposisi) oleh bakteri anaerob atau fakultatif yang hasil akhirnya adalah sel-sel bakteri baru dan senyawa-senyawa CO2, NH3, H2S, dan CH4 serta senyawa lainnya seperti amin, PH3 dan komponen fosfor.

Asam sulfide (H2S), amin dan komponen fosfor adalah senyawa yang mengeluarkan bau menyengat yang tidak sedap,misalnya H2S berbau busuk dan amin berbau anyir. Selain itu telah disinyalir bahwa NH3 dan H2S hasil dekomposisi anaerob pada tingkat konsentrasi tertentu adalah beracun dan dapat membahayakan organisme lain, termasuk ikan.

Selain menghasilkan senyawa yang tidak bersahabat bagi lingkungan seperti tersebut diatas, hasil dekomposisi di semua bagian badan air menghasilkan CO2 dan NH3 yang siap dipakai oleh organisme perairan berklorofil (fitoplankton) untuk aktifitas fotosintesa yang menghasilkan oksogen di air.


---------------------------------------------------------------------------------
Informasi selengkapnya, silahkan hubungi Distributor Produk Natural Nusantara:

Contact Person

Nama
SALIMIN

Alamat
Jln. Raya Moga - Guci Km 5 Karangsari RT 01 RW 01 Kec. Pulosari Kab. Pemalang Jawa Tengah Pos 52355

HP

081911575054 / 085225744577 (SMS/Telp)

Email
saliminpurwodadi@gmail.com
saliminbakso@yahoo.com

Facebook
https://www.facebook.com/saliminpurwodadi

BBM
PIN 5B62EFEB

TWITTER
https://twitter.com/saliminbakso

Instagram
https://www.instagram.com/nasapemalang/

Blog
http://www.stokisg1236pemalang.blogspot.co.id

Youtube
https://www.youtube.com/channel/UC5Tr3jByHFgba4uA_toq9iw

MENCEGAH PENYAKIT ND (NEWCASTLE DESEASE)


 Penyakit Newcastle desease atau yang dikenal dengan penyakit ND merupakan masalah besar yang sering dikhawatiri bagi para peternak ayam, karena penyakit ini dapat menimbulkan angka kematian yang sangat tinggi (mencapai 100%) dan waktu penyebarannya yang sangat cepat, baik pada ayam ras, ayam buras maupun jenis unggas lainnya.

Menurut para ahli, penyakit ini dapat menular pada manusia dengan gejala klinis conjunctivitis (radang konjunctiva mata) walaupun kasusnya sangat jarang dijumpai. Sedangkan pada unggas dan burung liar lainnya dengan gejala klinis berupa gejala syaraf, gejala pernafasan dan gejala pencernaan.
Penyebab dan Kejadiannya Penyakit ND disebabkan oleh virus dari famili Paramyxoviridae dengan genus Pneumovirus atau Paramyxovirus, dimana virus ini dapat menghemaglutinasi darah. Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh Doyle pada tahun 1926 didaerah Newcastle Inggris dan pada tahun yang sama Kraneveld menemukan virus penyakit ini di Bogor. Kejadian penyakit ini ditemukan di seluruh dunia, dimana menyerang seluruh jenis unggas termasuk burung liar. Virus penyakit ini dapat ditemukan pada organ-organ seperti alat pernafasan, syaraf dan pencernaan.

Penyebaran penyakit ini biasanya melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit dan kotorannya, melalui ransum, air minum, kandang, tempat ransum/minum, peralatan lainnya yang tercemar oleh kuman penyakit, melalui pengunjung, serangga, burung liar dan angin/udara (dapat mencapai radius 5 km).

Virus ND ditemukan dalam jumlah tinggi selama masa inkubasi sampai masa kesembuhan. Virus ini terdapat pada udara yang keluar dari pernafasan ayam, kotoran, telur-telur yang diproduksi selama gejala klinis dan dalam karkas selama infeksi akut sampai kematian.

Gejala Klinis Gejala penyakit ini dapat diamati melalui gejala pernafasan seperti bersin-bersin, batuk, sukar bernafas, megap-megap dan ngorok; gejala syaraf berupa sayap terkulai, kaki lumpuh (jalan terseret), jalan mundur (sempoyongan) serta kepala dan leher terpuntir (torticoles) yang merupakan gejala khas penyakit ini. Kemudian gejala pencernaan meliputi diare berwarna hijau, jaringan sekitar mata dan leher bengkak, pada ayam petelur produksinya berhenti, kalau sudah sembuh kualitas telurnya jelek, warna abnormal, bentuk dan permukaannya abnormal dan putih telurnya encer. Hal ini disebabkan oleh karena organ reproduksinya tidak dapat normal kembali. Umumnya kematian anak ayam dan ayam muda lebih tinggi dibandingkan ayam tua.

Untuk lebih meyakinkan bahwa suatu peternakan benar atau tidaknya terserang ND, maka tindakan bedah bangkai adalah jalan terbaik dalam menegakkan diagnosa. Pada kasus ND hasil bedah bangkai berupa gejala khas penyakit ini, yaitu adanya bintik-bintik merah (ptechie) pada proventriculus (kantong depan ampela). Selain itu juga terjadi perubahan pada lapisan usus berupa pendarahan dan kematian jaringan (nekrosa). Pada organ pernafasan akan mengalami eksudasi dan kantong udaranya menipis.


Penanggulangan
Berhubung penyakit ND disebabkan oleh virus maka sampai saat ini belum ada satu jenis obat yang efektif dapat menyembuhkan penyakit ini. Penanggulangan penyakit ND hanya dapat dilakukan dengan dengan tindakan pencegahan (preventif) melalui program vaksinasi yang baik. Ada dua jenis vaksin yang dapat diberikan yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif. Vaksin aktif berupa vaksin hidup yang telah dilemahkan, diantaranya yang banyak digunakan adalah strain Lentogenic terutama vaksin Hitchner B-1 dan Lasota. Vaksin aktif ini dapat menimbulkan kekebalan dalam kurun waktu yang lama sehingga penggunaan vaksin aktif lebih dianjurkan dibanding vaksin inaktif.



Program vaksinasi harus dilakukan dengan seksama dan diperhatikan masa kekebalan yang ditimbulkan. Vaksinasi pertama sebaiknya diberikan paling lambat hari ke-empat umur ayam, karena penundaan sampai umur dua minggu dan seterusnya akan menghilangkan kemampuan pembentukan antibodi aktif oleh antibodi induk, sebab pada umur tersebut antibodi induk sudah tidak berfungsi lagi. Program vaksinasi pada ayam pedaging sebaiknya dilakukan pada umur tiga hari dan vaksinasi lanjutan pada umur tiga minggu, sedangkan pada ayam petelur pada umur tiga hari, empat minggu, tiga bulan dan selanjutnya tiap empat bulan sesuai kebutuhan. Pemberian vaksin dapat dilakukan dengan cara semprot, tetes (mata, hidung, mulut), air minum dan suntikan.

Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan vaksinasi diantaranya :
 · Vaksinasi hanya dilakukan pada ternak yang benar-benar sehat
· Vaksin segera diberikan setelah dilarutkan
· Hindari vaksin dari sinar matahari langsung
· Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan stress berat pada ternak
· Cuci tangan dengan detergen sebelum dan sesudah melakukan vaksinasi

Mengingat kerugian ekonomi yang ditimbulan oleh penyakit ND ini sangat tinggi maka jalan terbaik dalam menanggulaninya adalah dengan menjalankan program manajemen yang ketat berupa program vaksinasi dan sanitasi lingkungan yang baik guna menghindari penyakit ini sehingga keuntungan akan dapat lebih meningkat, juga melengkapi nutrisi yang diberikan kepada ayam, baik tepat jumlah maupun jenisnya meliputi : protein, mineral, vitamin, lemak dan energi. Nutrisi yang lengkap pada pakan ayam akan meningkatkan stamina tubuh ayam sehingga ayam tidak akan mudah terserang penyakit. PT. NATURAL NUSANTARA sebagai perusahaan yang memproduksi pakan pelengkap ternak yaitu VITERNA, POC NASA dan HORMONIK yang telah banyak digunakan oleh peternak ayam di seluruh Indonesia. Kandungan Viterna, POC NASA, Hormonik meliputi : Protein, mineral, vitamin yang berasal dari bahan-bahan organik/alami, bukan kimia/sintetik. Cara pemakaiannya yaitu 3 produk tersebut dicampur menjadi 1 larutan terbih dahulu. Dosisnya adalah 1 tutup botol campuran 3 produk NASA tersebut per 10 liter air minum per hari, baik pagi atau sore hari.

Keunggulan Produk NASA pada ayam pedaging :
  • Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik
  • Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik
  • Meningkatkan nafsu makan
  • Mengurangi kestresan pada ayam, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah ayam divaksinasi atau saat ayam dalam proses pengobatan
  • Mempercepat waktu panen pada ayam broiler, rata-rata pada umur 34-35 hari sudah mencapai 1,9 – 2 kg per ekor, FCR rata-rata : 1,5 – 1,6
  • Angka kematian : 3 – 5%
  • Mengurangi bau kotoran
  • Meningkatkan kesehatan ayam
Referensi : Junaidi karo karo kacaribu. Penyakit Ternak

KEBUN PISANG ORGANIK MASA KINI DAN NANTI


Saat berbuka puasa alangkah sedapnya tersedia kolak pisang siap santap. Segarnya benar benar mak nyus.

Namun belakangan ini seperti pisang pisang Pontianak, pisang barangan Medan atau atau pisang lokal lainnya seperti menghilang, bisa jadi karena kebutuhan yang meningkat atau ketersediaan pisang yang berkurang.
Banyak buah pisang kita yang dikelola secara tradisional, pemupukan yang jarang dilakukan dan lebih sering tidak
dikelola secara apa adanya . Ada beberapa perusahaan yang mengelola pisang pisang yang memiliki nilai nominal yang menguntungkan. Namun lebih banyak petani petani pisang yang dikelola secara tradisional.
Lalu kemana hilangnya pisang pisang tradisional kita ini.. ?

Ternyata setelah ke lahan maka banyak dijumpai di beberapa daerah  tanaman pisang yang mati dengan gejala gejala, seperti bila buah pisang dipotong pisang keluar lendir, berwarna keabu abuan sampai kecoklatan, jika buah terserang maka didalamnya buah telah busuk berwarna kuning kemerahan.

Gejala gejala ini disebabkan oleh penyakit yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum atau yang sering dinamakan penyakit layu bakteri pada tanaman pisang.

Inilah penyebab penyakit layu pada pisang, atau lebih dikenal penyakit pisang darah, karena bila batang pisang terserang maka akan terdapat lingkarang pada batang yang berwarna kemerahan. Bakteri  Ralstonia solanacearum inilah yang merugikan petani dan pekebun pisang hingga menyebabkan kerugian dan belum ada varietas atau jenis pisang yang tahan terhadap serangan penyakit pisang darah ini.

Namun, seiring perkembangan ada beberapa cara untuk mencegah perkembangan penyakit bakteri ini seperti  : 
  1. Jangan memindahkan bibit pisang dan tanah yang terserang ke daerah pertanaman yang lain.
  2. Gunakan bibit pisang yang bebas penyakit (dari daerah yang bebas penyakit darah atau dari kultur jaringan)
  3. Pembungkusan buah pisang beberapa saat setelah jantung keluar
  4. Sanitasi lahan, tidak menanam pisang pada lahan bekas terong, cabe, tomat.
  5. Mensterilkan alat yang digunakan bercocok tanam
  6. Perbaikan drainase air untuk mengurangi kelembaban tanah
  7. Pemusnahan tanaman pisang yang sakit dengan cara dibakar
  8. Memotong siklus patogen dengan rotasi tanaman paling tidak selama satu tahun

Lalu gejala gejala yang muncul oleh penyakit darah ini bagaimana ?
Gejala tanaman yang terserang penyakit darah:
  1. Daun menguning mulai dari daun yang muda
  2. Jika pisang dipotong, atau batang dipotong keluar lendir berwarna putih keabu-abuan sampai kecoklatan
  3. Jika terserang buah masih terlihat normal tapi jika dibuka maka buah pisang telah busuk berwarna kuning kemerahan
  4. Tangkai buah buah juga terjadi perubahan warna
  5. Batang pisang bila dibelah akan didapatkan lingkaran kemerahan  hingga kecoklatan.
Telah lama dikenal Corynebacterium dikenal untuk membasmi bakteri antagonis, dan sebagai agensia hayati alami yang berbasis bakteri. Dengan teknologi PT NATURAL NUSANTARA, mempersembahkan CORRIN dalam bentuk serbuk berat 100 gram, setiap kotaknya. Dengan kandungan Corynebacterium mampu mencegah, melawan dan melindungi pisang dari serangan penyakit darah yang disebabkan oleh bakteri  Ralstonia solanacearum .

 CORRIN tersedia dalam bentuk serbuk yang bisa disemprotkan atau dikocor pada tanaman, alangkah baiknya dikocorkan sebelum serangan penyakit darah ini merajalela dilingkungan kita. Ada pameo mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati. Selain penyakit darah ini,CORRIN dapat mengatasi penyakit kresek atau hawar daun pada padi, Blas dan juga bercak daun. Juga penyakit layu pada sayuran dan akar gada pada kubis.

( dari berbagai http://www.naturalnusantara.co.id/index.php?mod=artikel&act=view&id=117 )

-------------------------------------------------------------------------------------

Informasi selengkapnya, silahkan hubungi Distributor Produk Natural Nusantara: 

Contact Person


Nama

SALIMIN

Alamat

Jln. Raya Moga - Guci Km 5 Karangsari RT 01 RW 01 Kec. Pulosari Kab. Pemalang Jawa Tengah Pos 52355

HP

081911575054 / 085225744577 (SMS/Telp) 

Email

saliminpurwodadi@gmail.com
saliminbakso@yahoo.com 

Facebook

https://www.facebook.com/saliminpurwodadi

BBM

PIN 5B62EFEB

TWITTER

https://twitter.com/saliminbakso

Instagram

https://www.instagram.com/nasapemalang/

Blog

http://www.stokisg1236pemalang.blogspot.co.id

Youtube

https://www.youtube.com/channel/UC5Tr3jByHFgba4uA_toq9iw

pH TANAH ( SOIL TESTER ) PENGUKUR KESUBURAN TANAH



Kesuburan tanah merupakan kunci utama keberhasilan suatu usaha tani. Bagaimanapun sempurnanya suatu proses usaha tani akan tetapi jika tidak didukung dengan kesuburan tanah yang  memadahi pasti tidak akan membawa hasil yang maksimal.

Sebagai contoh kasus yang umum terjadi pada petani Indonesia, para petani sering memberikan pupuk kimia yang berlebihan pada lahannya akan tetapi produksinya belum seperti yang diharapkan. Permasalahan pada kasus diatas adalah karena tingkat kesuburan tanah yang rendah sehingga berapapun pupuk yang diberikan tidak akan bisa terserap oleh tanaman.

Untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah tidaklah mudah, tidak bisa hanya diraba dan ditrawang. Akan tetapi harus dilakukan uji kesuburan tanah di laboratorium dengan biaya yang tidak murah dan tidak semua petani punya akses untuk melakukan uji kesuburan tanah tersebut.

Kesuburan tanah sangat erat kaitannya dengan kandungan bahan organik tanah. Semakin banyak bahan organik yang terkandung dalam tanah maka akan semakin subur tanah tersebut. Sehingga jika terjadi permasalahan kesuburan pada tanah kita solusinya tentu pupuk organik.

SOIL TESTER adalah salah satu alat canggih pengukur kesuburan tanah agar para petani Indonesia dengan mudah bisa mendeteksi kesuburan tanah mereka masing-masing setiap saat. Alat tersebut sangat simple karena mudah digunakan dan mudah dibawa. Dengan mengetahui pHnya maka akan mudah dalam pemupukannya terutama pemberian Carbonat atau dolomitnya. Semoga dengan mengetahui pH tanah pada lahan-lahan pertaniannya petani Indonesia semakin sukses dalam bertani. Salam NASA.

-------------------------------------------------------------------------------------
Informasi selengkapnya, silahkan hubungi Distributor Produk Natural Nusantara: 

Contact Person

Nama
SALIMIN

Alamat
Jln. Raya Moga - Guci Km 5 Karangsari RT 01 RW 01 Kec. Pulosari Kab. Pemalang Jawa Tengah Pos 52355

HP
081911575054 / 085225744577 (SMS/Telp) 

Email

Facebook

BBM
PIN 5B62EFEB

TWITTER

Instagram

Blog

Youtube

Mencegah dan Mengatasi Penyakit Korisa pada Ayam



Awalnya kasus ini ditemukan pada tahun 1932. Kasus ini diakibatkan adanya infeksi bakteri. Bagian tubuh yang diserang utamanya sistem pernapasan ayam bagian atas. Seringkali menginfeksi ayam petelur dan ditemukan juga pada ayam pedaging.

Saat menyerang ayam petelur, produksi telur akan berkurang dengan kisaran 10-14%. Tingkat
kesakitannya pun sangat tinggi, mencapai 100%. Dan setelah terinfeksi, seumur hidup ayam akan “membawa” bakteri ini. Kasus ini ialah infectious coryza atau yang lebih kita kenal dengan sebutan korisa atau snot.
Kasus ini tentu sudah sangat familiar di peternak. Terlebih lagi kasus ini senantiasa mudah ditemukan atau boleh dikatakan penyakit yang “wajib” muncul di peternakan, terlebih lagi dengan sistem pemeliharaan multiage, yaitu dalam sebuah lokasi peternakan terdiri dari beberapa umur ayam.
Penyebabnya ialah Haemophilus paragallinarum. Bakteri ini termasuk bakteri Gram (-) yang bersifat fakultatif anaerobik, yaitu mampu hidup pada media yang ada maupun tidak ada oksigennya. Berbentuk coccobacilli (batang pendek), non motil (tidak bergerak) dan tidak membentuk spora.
Saat ini dikenal ada 3 serotipe, yaitu A (W), B (Spross) dan C (Modesto). Jika dilihat dari tingkat keganasan, serotipe A dan C lebih ganas dibandingkan serotipe B. Dan saat ini, ketiga serotipe ini sudah bisa ditemukan di lingkungan peternakan kita.
Perhatikan gejalanya
Gejala klinis atau gejala yang terlihat secara kasat mata akibat serangan korisa antara lain bersin diikuti keluarnya eksudat yang awalnya berwarna kuning encer lambat laun menjadi kental, bernanah, berbau busuk. Selain itu, mata membengkak dan tertutup serta pembengkakan sinus infraorbitalis. Gejala ini dengan mudah bisa dikenali, terlebih lagi kasus korisa ini cenderung selalu berulang pada setiap periode pemeliharaan.
Setelah terinfeksi, ayam biasanya akan menunjukkan gejala klinis dalam waktu 1-3 hari. Inilah yang dinamakan masa inkubasi, yaitu tenggang waktu awal infeksi sampai munculnya gejala ayam sakit. Manfaat mengetahui masa inkubasi ini ialah bisa membantu dalam penentuan waktu yang tepat untuk melakukan cleaning program atau pemberian antibiotik untuk pencegahan. Misalnya, di peternakan korisa sering menyerang umur 42 hari, dengan berdasarkan masa inkubasi 1-3 hari ini, maka pemberian antibiotik sebagai cleaning program bisa dilakukan pada umur 39 hari. Dan lama serangan penyakit ini sangat bervariasi, rata-rata 6-14 hari.


Selain pemberian antibiotik sebagai langkah pengobatan, yang tidak kalah penting adalah langkah pencegahanyang dapat menurunkan kerugian peternak dari jumlah ayam yang mati dan biaya obat yang harus dikeluarkan. Langkah pencegahan meliputi peningkatan daya tahan tubuh ayam dengan pemberian pakan yang lengkap nutrisi termasuk pemberian pakan suplemen kaya vitamin dan mineral seperti yang terdapat pada produk NASA yaitu VITERNAPOC NASA dan HORMONIK sebagai pakan suplemen ternak dengan teknologi organik yang mengandung multi vitamin dan mineral organik yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh ayam terhadap segala serangan penyakit. Selain ituproduk NASA mengandung zat nutrisi yang dapat memacu pertumbuhan ayam sehingga dapat mempercepat waktu panen dengan bobot yang optimal yaitu rata-rata 32 hari dengan berat 1,9 – 2 kg per ekor. Kualitas daging yang dihasilkan pun mengalami peningkatan yaitu kadar protein daging lebih tinggi dan kadar lemak yang rendah. Produk NASA untuk ayam pedaging adalah VITERNAPOC NASA dan HORMONIKyang dicampur menjadi satu larutan dahulu dengan dosis : 1 tutup botol campuran ketiga produk NASA tersebut dicampur per 10 liter air minum diberikan setiap hari pada pagi hari. Untuk ayam petelur cukup menggunakan VITERNA saja dengan dosis 1 tutup botol VITERNA dicampur per 10 liter air minum diberikan 2-3 hari sekali.

  


Langkah Pencegahan yang lain adalah penyemprotan desinfektan pada kandang secara rutin 1 minggu sekali untuk membunuh bakteri, virus atau parasit yang terdapat pada kandang sehingga dapat menekan serangan penyakit korisa dan penyakit yang lain. Pengaturan sirkulasi udara agar suhu kandang selalu normal atau standar sehingga tidak menyebabkan suhu yang ekstrim di dalam kandang yang bisa memicu terjadinya serangan penyakit korisa. Pemantauan yang sering terhadap kondisi fisik ayam dapat membantu mencegah penyebaran penyakit korisa dengan segera memisahkan ayam yang sudah akut terkena korisa dari ayam yang sehat.  
Demikian beberapa langkah pengobatan dan pencegahan terhadap penyakit korisa pada ayam sehingga para peternak diharapkan dapat melakukan upaya yang tepat agar tidak mengalami kerugian akibat serangan penyakit yang sangat beragam pada ayam. Salam sukses menuju Peternakan Organik.
Referensi : Poultry Indonesia Juni 2013

Hati-Hati Gas Berbahaya dalam Kandang




Proses budidaya ayam broiler sekitar 35-40 hari akan menghasilkan gas-gas yang bisa berbahaya bagi ayam yang berada didalam kandang
Gas-gas berbahaya itu seperti gas Amonia yang dihasilkan oleh bakteri ureolitik dari proses perombakan sisa-sisa nitrogen yang terdapat dalam feses sehingga bisa menyebabkan bau yang sangat tajam dan bisa menjadi sumber iritasi pada mata dan saluran pernafasan ayam, selain itu bau yang menyengat akan mengganggu lingkungan sekitar kandang terutama kandang yang dekat dengan pemukiman.

Amonia dalam bentuk gas (NH­3) dengan kadar yang tinggi juga akan memicu kasus infeksi penyakit saluran pernafasan seperti CRD, korisa, ND, AI, IB dan ILT dikarenakan adanya kerusakan membran saluran pernafasan. Kadar amoniak yang tinggi juga disebabkan karena kotoran ayam yang kadang bertumpuk-tumpuk sampai berbulan-bulan seperti ayam layer, kepadatan kandang ayam broiler yang tinggi melebihi ukuran standar sehingga litter (alas kandang) menjadi cepat basah. Untuk mengetahui kadar amonia dalam kandang selain menggunakan penciuman aroma kandang secara langsung, untuk hasil yang akurat bisa menggunakan alat indikator amonia.
Gas-gas bahaya lain  yang dihasilkan dalam kandang adalah karbondioksida (CO­2) yang dihasilkan dari limbah proses metabolisme tubuh melalui proses pernafasan ayam. Gas lain adalah Hidrogen Sulfida (H2S) yang dihasilkan dari penguraian materi organik seperti fese dan bakteri anaerob. Gas-gas ini sangat membahayakan pernafasan pada ayam. Go Organik

Langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi gas berbahaya dalam kandang adalah denganteknologi peternakan organik dan mengatur manajemen pemeliharaan menjadi lebih baik seperti memberikan pakan tambahan atau feed suplement dari NASA yaitu ViternaPOC Nasa dan Hormonik setiap hari, dimana produk NASA tersebut dapat mengikat amonia tanpa menimbulkan efek samping dan residu, sehingga gas amonia yang terdapat pada feses akan semakin berkurang tajam. Dengan demikian maka potensi serangan penyakit akibat gas amonia akan semakin berkurang.

Selain itu hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi gas berbahaya dalam kandang adalah manajemen litter (alas kandang) yang baik. Litter yang baik adalah kering tidak berbau, mampu menyerap air secara optimal, pembolak-balikan litter setiap 3-4 hari sekali, memperbaiki atap yang bocor, membawa hati-hati saat membawa air minum kedalam kandang agar tidak banyak tumpah di dalam kandang, bila ada litter yang basah terutam sekitar tempat minum atau pakan segera diambil dan diganti dengan yang baru, menjaga kepadatan kandang yang ideal 1 m3 untuk ayam pedaging 6-8 ekor dan untuk ayam petelur 8-10 ekor. Saat awal pemeliharaan lakukan pelebaran sekat kandang secara teratur. Selanjutnya adalah pengaturan sirkulasi udara, pembukaan tirai kandang sebaiknya dimulai dari atas ke bawah, upayakan ayam tidak langsung terkena aliran angin.

Demikian beberapa hal yang perlu dilakukan agar gas-gas berbahaya dalam kandang tidak menyebabkan menurunnya produktivitas ayam dan menurunkan angka kematian pada ayam. Produk NASA sebagai salah satu bentuk teknologi organik yang dapat menjadi solusi menghasilkan kualitas dan kuantitas produktivitas ayam menjadi lebih baik. Go Organik

PAKET HERBAL OBAT PENYAKIT GAGAL GINJAL - NASA PEMALANG









GAGAL GINJAL

Ginjal merupakan suatu organ tubuh yang fungsinya sangat penting untuk mengatur metabolismc atau kerja tubuh secara normal.

Fungsi Ginjal:
■ Mengatur keseimbangan cairan
■ Mengatur keseimbangan asam - basa
■ Ekskresi/pengeluaran zat-zat sisa dari tubuh.
■ Fungsi endokrin penting seperti pembuatan honnon, mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif.

Gagal Ginjal secara umum dapat dibagi menjadi:

A. GAGAL GINJAL AKUT (GGA)


Penurunan fungsi ginjal pada seorang individu dengan atau tanpa oligouria (keadaan berkurangnya produksi air seni).

Penyebab Gagal Ginjal Akut dibagi menjadi3tahap:

1. Sebelum masuk ke ginjal (Pre renal) Adanya penurunan / gangguan ginjal yang diakibatkan oleh:
    ■ Penurunan volume vascular / pembuiuh darah (perdarahan, luka bakar, muntah, diare).
    ■ Pcningkatan kapasitas vaskular (luka, blokade ganglion, reaksi anafilaksis / alergi).
    ■ Penurunan / kegagalan jantung memompa darah (kardiogenik, emboli paru, infarkjantung).

2. Di dalam ginjal (Ultra renal)
Adanya gangguan ginjal, yang disebabkan oleh: penyakit ginjal primer (glomerulonefritis akut, nefrosklerosis maligna, penyakit kolagen, radang ginjal / nefritis interstisial akut karena obat, zat kimia, infeksi kuman).

3. Setelah keluar (lari ginjal (Post renal)
    Adanya pcnyumbatan, yang disebabkan oleh:
    ■ Gangguan pengeluaran urin pada ke-2 sisi ginjal.
    ■ Penyumbatan satu sisi dan ginjal yang satunya mengalami pembedahan (nefrektomi).

B. GAGAL GINJAL KRONIK(GGK)
Penurunan fungsi ginjal yang cukup berat, terjadinya berangsur - angsur karena nefron ginjal berubah menjadi jaringan ikat. Penyakit GGK yang semakin parah dapat berkembang menjadi Gagal Ginjal Terminal (GGT) karena kondisi ginjal sudah semakin buruk dan penderita harus mengalami cuci darah (haemodialisa).

Penyebab Gagal Ginjal Kronis Terminal:
    ■ Radang glomerulus (Glomerulonefritis), merupakan sebab yang terbanyak.
    ■ Penyakit ginjal karena penyumbatan dan infeksi.
    ■ Kclainan ginjal terkait diabetes (Ncfropati diabetik) nefrosklerosis, dll.

Penyakit GGK dapat bertambah parah dan disertai dengan malnutrisi (kurang gizi) berat

Manajemen Terapi Nutrisi NASA

Natural Lechitin, terbuat (lari olahan kacang kedelai, yang bermanfaat dalam menghadapi gagal ginjal.
Lecithin (phosphotidylcholine) secara alami merupakan unsur dasar penyusun sel. Pcnambahan Natural Lecithin akan membantu memperbaiki sel - sel ginjal sehingga ginjal dapat tetap memilikiunsur - unsur yang penting dan mampu bekerja secara optimal.
    ■  Natural Lecithin telah melalui proses pengolahan sehingga unsur purin telah dihilangkan dan dapat digunakan oleh penderita gagal ginjal.
    ■  Enzint lecithinase mampu membantu mengurai jaringan ikat pada nefron, karena pada dasamya jaringan ikat adalah jaringan serat protein ulet yang tertanam pada gel polisakarida yang bisa diurai oleh lecithin.
    ■  Natural Lecithin memiliki kandungan antioksidan.           Secara alami antioksidan merupakan senyawa anti radikal bebas, sehingga dapat membantu mencegah dan melindungi ginjal dari oksidasi radikal bebas yang merupakan penyebab kerusakan sel - sel ginjal.
    ■   Dosis dan aturan pakai dapat dilihat pada label produk.
         Natural Chlorophyllin diramu dari daun Cawi yang diakui mengandung chlorophyll acid dan mengandung zat gizi yang dapat berguna bagi kesehatan manusia.
    ■  Natural Chlorophyllin berfungsi sebagai antioksidan.              Secara alami antioksidan merupakan senyawa anti radikal bebas, yang dapat membantu mencegah dan melindungi sel - sel ginjal dari oksidasi radikal bebas yang bersifat merusak.
   ■ Natural Chlorophyllin memiliki kandungan asam clorophyll yang membantu mengurai zat - zat yang bersifat racun. Ginjal merupakan organ pengeluaran (ekskresi) yang utama. Ginjal yang terganggu tidak dapat membuang zat - zat racun dari tubuh, sehingga penambahan clorophyll akan sangat membantu proses ekskresi zat - zat racun.
   ■ Dosis dan aturan pakai dapat dilihat pada label produk.

Catatan:

Penggunaan produk kesehatan NASA yang direkomcndasikan untuk membantu proses penyembuhan penyakit gagal ginjal:
  1. Natural Lecithin
  2. Natural Chlorophyllin
Penggunaan pilihan produk secara lengkap dapat lebih mengoptimalkan proses penyembuhan penyakit.

PRODUK PERTANIAN


PRODUK PETERNAKAN


PRODUK PERIKANAN


PRODUK PERKEBUNAN


PRODUK PESTISIDA


PRODUK ALAT RUMAH TANGGA


PRODUK KESEHATAN


PRODUK CRYSTAL X


ORDER CEPAT


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

HUBUNGI KAMI



PROFIL P.T. NASA